Pemerintah Salurkan Bantuan Rp100 Miliar untuk Korban Bencana Aceh Timur

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp100,97 miliar bagi korban bencana alam di Kabupaten Aceh Timur. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan langsung bantuan kepada warga terdampak di Kabupaten Aceh Timur.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp100.975.850.000 dengan rincian bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE) bagi 7.643 kepala keluarga (KK) sebesar Rp38,21 miliar. Selain itu, bantuan jaminan hidup (jadup) diberikan kepada 28.831 jiwa senilai Rp38,92 miliar.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan isi hunian untuk 7.643 KK sebesar Rp22,92 miliar, santunan ahli waris kepada 60 jiwa senilai Rp900 juta, serta santunan bagi korban luka berat sebesar Rp10 juta untuk dua orang.

Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menjelaskan, setiap keluarga penerima akan mendapatkan berbagai bentuk bantuan, termasuk santunan kematian sebesar Rp15 juta dan bantuan luka berat Rp5 juta.

Selain itu, terdapat bantuan isi rumah sebesar Rp3 juta per keluarga, BSSE Rp5 juta per keluarga, serta bantuan jadup selama tiga bulan.

“Kedua tepat jumlah, jadi tidak dikurangi biaya pengiriman (karena) biaya untuk penyaluran bantuan telah ditanggung oleh pemerintah, sehingga kita harapkan jumlah bantuannya benar-benar tepat (dan) benar-benar digunakan dengan baik oleh penerima manfaat,” tegas Gus Ipul dilansir dari laman resmi Kemensos, Selasa, 17 Maret 2026.

Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp585,44 miliar untuk Provinsi Aceh yang menyasar 45.416 KK atau 164.531 jiwa. Sementara itu, total bantuan untuk tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—mencapai Rp878,68 miliar.

Menurut Gus Ipul, penanganan bencana ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang membentuk satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mengoordinasikan seluruh bantuan.

“Intinya untuk tiga provinsi (terdampak bencana) ini sungguh-sungguh mendapatkan atensi yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Presiden membentuk Satgas khusus yang diketuai Mendagri guna mengoordinasikan seluruh bantuan dan dukungan yang diberikan pemerintah dengan harapan penanganan bisa berjalan dengan baik,” kata Gus Ipul. 

Ia menegaskan pentingnya akurasi data penerima bantuan. Proses pendataan dimulai dari data awal BNPB, kemudian diverifikasi secara rinci oleh pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan kejaksaan, sebelum dipadankan dengan data kependudukan nasional.

“Data yang telah diverifikasi dan ditandatangani Menteri Dalam Negeri menjadi dasar penyaluran bantuan,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan sebelum Lebaran. Saat ini, sekitar Rp713 miliar telah diproses, sementara sisa kebutuhan masih dalam tahap pengajuan di Kementerian Keuangan.

Senada dengan Gus Ipul, Tito Karnavian menyatakan bahwa bantuan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat terdampak, tetapi juga mendorong pemulihan ekonomi daerah yang sempat melambat akibat bencana.

Ia menambahkan, pemerintah juga mengalokasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak, termasuk di Aceh.

“Rp1,6 triliun itu ada di Aceh kemudian Rp6 triliun lebih di Sumatera Utara dan Rp2 triliun lebih di Sumatera Barat diberikan pada bulan Februari, Maret, dan terakhir April,” jelas Tito. 

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. Ia menilai kehadiran langsung para pejabat negara menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat.

“Ini menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat kepada daerah yang terdampak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinet atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
50 Anak Binaan LPKA Kelas II Maros Diusulkan Dapat Remisi Khusus Ramadan 2026
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Jejak Penyiram Air Keras Andrie Yunus Kian Jelas, tapi Pelaku Belum Juga Ditangkap
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Konflik Perbatasan Pakistan-Afghanistan Kian Memanas
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Reece James dipastikan absen bela Chelsea jamu PSG
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Libur Lebaran 2026, Layanan Kantor Pegadaian Tutup 18–24 Maret, Transaksi Tetap Bisa Online
• 6 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.