MOMEN Lebaran identik dengan tradisi silaturahmi, saling berkunjung, dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga besar. Dalam suasana hangat tersebut, kehadiran bayi, terutama yang baru lahir sering kali menjadi pusat perhatian. Tidak sedikit orang yang merasa gemas hingga spontan mencium bayi sebagai bentuk kasih sayang.
Namun, di balik kebiasaan yang terlihat sepele itu, tersimpan risiko kesehatan yang serius bagi bayi.
Bayi, khususnya yang masih berusia beberapa bulan, memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna. Kontak langsung seperti ciuman dapat menjadi media penularan berbagai virus dan bakteri dari orang dewasa ke bayi.
Baca juga : Hati-Hati! Ini 5 Penyakit yang Bisa Menular ke Bayi Akibat Ciuman
Risiko Mencium BayiMengutip dari laman Halodoc, salah satu infeksi yang perlu diwaspadai dari kebiasaan ini adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV). Virus ini menyerang saluran pernapasan dan sangat mudah menular. Pada bayi, RSV dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga berpotensi fatal, terutama pada bayi prematur.
Selain itu, ciuman juga dapat menularkan Herpes Simplex Tipe 1. Virus ini bisa berpindah hanya melalui kontak ringan, bahkan tanpa gejala yang terlihat pada orang dewasa. Pada bayi, infeksi herpes dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti peradangan otak.
Risiko lain yang tak kalah penting adalah Penyakit Tangan Kaki dan Mulut. Penyakit ini kerap menyerang anak-anak dan dapat menular melalui kontak langsung, termasuk ciuman. Gejalanya meliputi demam, sariawan, dan ruam pada tangan serta kaki.
Baca juga : Mom, Ini Bahaya Cium Bayi Sembarangan yang Jarang Diketahui
Tak hanya infeksi, mencium bayi juga bisa memicu reaksi alergi. Zat dari makanan seperti susu atau kacang-kacangan, serta bahan kimia dari kosmetik yang digunakan orang dewasa, dapat berpindah ke kulit bayi dan menyebabkan iritasi.
Di sisi lain, kebiasaan mencium bayi atau berbagi makanan juga berisiko menularkan bakteri seperti Streptococcus mutans yang dapat memicu gigi berlubang sejak dini.
Bahkan penyakit umum seperti Flu dan covid-19 tetap menjadi ancaman, mengingat penularannya bisa terjadi melalui droplet saat kontak dekat.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa banyak orang dewasa tidak menyadari dirinya sedang membawa kuman atau virus, terutama saat belum menunjukkan gejala. Kondisi ini membuat bayi harus melawan paparan penyakit dengan daya tahan tubuh yang masih lemah, sehingga lebih mudah jatuh sakit.
Karena itu, orang tua perlu lebih waspada selama momen Lebaran. Mengedukasi keluarga dan tamu menjadi langkah penting untuk melindungi bayi.
Aturan jika Bertemu Saudara yang Membawa Buah Hati
- Tidak mencium bayi secara sembarangan
- Memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat
- Mencuci tangan sebelum menyentuh bayi
- Meminta izin kepada orang tua sebelum berinteraksi dengan bayi
Lebaran tetap bisa menjadi momen penuh kehangatan tanpa harus mengorbankan kesehatan si kecil. Menahan diri untuk tidak mencium bayi justru merupakan bentuk kasih sayang yang paling aman. (Abi Rama/E-4)





