JAKARTA, KOMPAS.com - Markas Besar (Mabes) TNI memastikan tidak ada anggota Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang menjadi korban dalam serangan Israel ke Lebanon.
“Sampai dengan saat ini, personel TNI di daerah misi UNIFIL Lebanon berada dalam kondisi aman,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan, Konga TNI tetap menjalankan tugas di daerah operasi sesuai mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Dalam rangka menjaga nama dan kehormatan Indonesia di tingkat internasional,” ujar Aulia.
Baca juga: Israel Serang Lebanon, RI Pantau Keselamatan Kontingen Garuda di UNIFIL
Menurut Aulia, kepercayaan PBB terhadap Satgas Konga TNI di Lebanon juga tetap terjaga.
“Hal ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dengan turut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia,” jelas dia.
Pantau UNIFILPemerintah Indonesia memantau kondisi keselamatan kontingen pasukan Indonesia dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) bertugas menjaga perdamaian, karena wilayah Lebanon selatan sedang diserang Israel.
“Keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas utama dalam situasi saat ini,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan yang disampaikan di situs web resminya, dikutip Kompas.com pada Senin (15/3/2026).
Baca juga: Gugurnya Inviolabilitas UNIFIL di Perbatasan Israel-Lebanon
Pemerintah menyampaikan pujian untuk Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL di tengah kecamuk perang saat ini.
“(Indonesia) Berharap agar seluruh Kontingen Garuda diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya,” kata Kemlu RI.
Indonesia mengecam keras Israel yang menyerang Lebanon karena tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1701 (2006).
Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.
Israel vs Hizbullah di Lebanon selatanLebanon terseret dalam eskalasi konflik Timur Tengah sejak pekan lalu.
Situasi memanas usai Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 826 orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk 65 perempuan dan 106 anak-anak, sedangkan 2.009 orang lain luka-luka.





