Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, TNI Buka Kemungkinan Gandeng Polri

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Markas Besar (Mabes) TNI membuka pintu koordinasi dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen TNI untuk mengungkap kebenaran di balik insiden tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan bahwa opsi kerja sama lintas institusi tersebut tetap dipertimbangkan, meski saat ini TNI masih mengoptimalkan perangkat hukum internal yang dimiliki.

"Nanti kita lihat (peluang kerja sama dengan Polri) karena sekali lagi, kami dari TNI juga punya perangkat hukum dan ini dilakukan oleh aparat yang berwenang di lingkungan TNI," ungkap Aulia dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Untuk saat ini, Mabes TNI masih mengandalkan prosedur dan metode penyelidikan internal guna mendalami fakta-fakta yang ada. 

Aulia memaparkan bahwa keputusan TNI untuk ikut campur dalam penanganan kasus ini didorong oleh dinamika opini yang berkembang pesat di tengah masyarakat.

TNI mencermati adanya narasi yang seolah-olah menyudutkan institusi dan mengarahkan tuduhan keterlibatan pihak mereka dalam penyerangan aktivis tersebut. 

Menurut Aulia, temuan berupa opini publik ini harus segera diklarifikasi melalui langkah investigasi yang nyata.

"Tentunya kita tidak ingin ini menjadi opini yang berkembang di masyarakat," tegas Aulia.

Guna meyakinkan publik, Kapuspen TNI menjamin bahwa seluruh rangkaian penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan. Pihaknya berkomitmen untuk tidak menutupi fakta apa pun demi menjaga integritas institusi dan keadilan bagi korban.

Kendati demikian, Aulia belum dapat membeberkan detail temuan maupun progres signifikan dari penyelidikan yang tengah berjalan.

Ia mengimbau media dan masyarakat untuk memberikan waktu bagi tim investigasi bekerja.

"Masih dalam proses. Jadi nanti kawan-kawan wartawan mohon bersabar," jelasnya menutup pernyataan.

Langkah TNI ini diharapkan dapat meredam spekulasi liar sekaligus memberikan titik terang dalam kasus teror air keras yang menimpa tokoh pembela hak asasi manusia tersebut. (ant/dpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Prajurit TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Ditahan
• 2 jam laludetik.com
thumb
Sehelai Rambut Dalam Nasi Kotak
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Harga Batu Bara Berpotensi Balik Arah Jika Konflik Iran Mereda
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
RI Mulai Hemat Energi & BBM, Berlaku April 2026
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Pengamat: Penyelenggara Jalan Bisa Dipidana jika Lalai Perbaiki Jalan Rusak
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.