Trump Serukan Partisipasi Tiongkok dalam Pengawalan, Kunjungan ke Tiongkok Ditunda Lebih dari Sebulan karena Situasi Perang

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada Senin (16 Maret), Presiden AS Donald Trump saat melaporkan hasil operasi militer menyatakan bahwa rezim Iran kini telah menjadi “macan kertas”. Ia juga mendesak Beijing dan pemerintah lainnya untuk ikut serta dalam misi pengawalan di Selat Hormuz.

Selain itu, karena situasi konflik saat ini, Trump memutuskan untuk tetap berada di dalam negeri guna menangani keadaan, sehingga rencana kunjungannya ke Tiongkok ditunda sekitar sebulan.

“Presiden Trump hari ini mengumpulkan dewan direksi Kennedy Center di Gedung Putih dan membahas perang Iran yang saat ini menjadi perhatian global. Ia mengatakan Iran kini adalah ‘macan kertas’, dan nasib pemimpin barunya belum diketahui,” ujar reporter NTD di Washington, Zhang Liang.

Trump: Iran Kini “Macan Kertas”, Nasib Pemimpin Baru Belum Jelas

Trump mengatakan: “Kita sedang menghadapi seekor macan kertas. Dua minggu lalu, itu (rezim Iran) bukan macan kertas, sekarang sudah menjadi macan kertas.”

Ia juga menambahkan bahwa banyak media melaporkan pemimpin baru Iran, Mujtaba, mengalami luka serius, bahkan ada yang mengatakan kehilangan satu kaki atau sudah meninggal dunia.

Trump menyebut dirinya belum menerima laporan resmi dari badan intelijen, tetapi menilai ketidakhadiran Mujtaba di publik dalam waktu lama adalah hal yang tidak biasa. Ia juga mengingatkan bahwa Iran sedang menyebarkan banyak video palsu berbasis AI yang menunjukkan serangan rudal terhadap militer AS dan sekutunya.

Kepala staf Gedung Putih Didiagnosis Kanker

Pada sore hari, Trump juga mengumumkan kabar yang menyedihkan: Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, didiagnosis menderita kanker payudara tahap awal.

Trump memuji kontribusi besar Wiles, dan menyebut bahwa dalam waktu dekat ia akan tetap bekerja sambil menjalani perawatan.

Trump Desak Beijing Jaga Kelancaran Selat Hormuz

Pada 15 Maret malam, Trump menyatakan bahwa negara-negara seperti Tiongkok sangat bergantung pada jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat sendiri jarang menggunakan minyak dari Timur Tengah. Menurutnya, upaya menjaga jalur tersebut tetap terbuka lebih banyak demi kepentingan negara lain.

Trump mengatakan: “Mereka (Tiongkok) mengirim sangat banyak minyak—sekitar 90% melalui Selat Hormuz. Jadi saya bertanya, apakah kalian ingin (mengirim kapal perang untuk pengawalan)? Kita lihat saja hasilnya. Mungkin mereka akan datang, mungkin tidak. Ada alasan yang lebih dalam terkait hal ini.”

Setelah pernyataan tersebut, muncul laporan media yang menyebutkan bahwa jika Beijing tidak ikut dalam pengawalan, Amerika Serikat mungkin akan menunda kunjungan Trump ke Tiongkok.

Menteri Keuangan AS: Penundaan karena Prioritas Perang

Pada  Senin, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, setelah menyelesaikan pembicaraan dengan pihak Tiongkok, mengklarifikasi isu tersebut.

Ia mengatakan bahwa jika kunjungan ke Tiongkok benar-benar ditunda, itu karena Trump sebagai panglima tertinggi militer menilai dirinya harus tetap berada di Amerika Serikat selama masa perang.

Bessent juga menyebut bahwa dalam pertemuan dua hari di Paris dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, kedua pihak telah menyepakati berbagai hal yang perlu diselesaikan sebelum pertemuan antara pemimpin kedua negara.

Reporter Zhang Liang menambahkan bahwa sebagian besar analis menilai Beijing kemungkinan tidak akan menyetujui permintaan Trump untuk ikut serta dalam pengawalan di Selat Hormuz. Rencana kunjungan Trump ke Beijing yang semula dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April kini masih penuh ketidakpastian. (Hui)

Reporter NTD Television Zhang Liang dan Ren Hao melaporkan dari Amerika Serikat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rasain! Polsek Pesanggrahan Tangkap 17 Remaja yang Konvoi Bawa Petasan dan Flare
• 18 jam laludisway.id
thumb
Kronologis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Berdasarkan Pendalaman CCTV
• 41 menit lalukumparan.com
thumb
Pramuka Turun ke Jalan, Bantu Pemudik Aman Melintas di Jatilawang
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Guru Besar Ekonomi Minta Prabowo Berbesar Hati Pangkas Anggaran MBG dan Koperasi Merah Putih
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Motif Empat Prajurit TNI Siram Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Misteri
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.