Makassar: PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat dalam kondisi andal untuk menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah. Berbagai langkah telah dilakukan PLN guna menjaga kecukupan pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
Saat melakukan kunjungan pemantauan sistem kelistrikan di PLN Unit Pusat Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis menyampaikan, sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Bagian Selatan berada dalam kondisi aman.
“Saya telah cek persiapan dan kesiagaan PLN dalam mengawal momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Kami menyaksikan bahwa kapasitas listrik dan kebutuhan listrik cukup,” kata Muhammad Mahmud Azhar Lubis dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Maret 2026.
Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, menyatakan PLN telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Persiapan dilakukan sejak jauh hari melalui asesmen serta pemeliharaan menyeluruh dari sisi pembangkitan, transmisi, hingga distribusi sehingga seluruh sistem berada dalam kondisi prima.
“Dalam menghadapi momen Ramadan dan Idulfitri kali ini, kami telah melakukan upaya preventif dari berbagai sisi agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan perayaan hari raya berlangsung aman tanpa gangguan kelistrikan,” ujar Adi.
Baca Juga :
Jaga Keandalan Pasokan Listrik, PLN EPI Perkuat Koordinasi Pengadaan Batu Bara(Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN melaksanakan pemeliharaan jaringan. Foto: Dok PLN?) 102 posko dan ribuan personel disiagakan Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menyampaikan bahwa PLN telah menyiagakan 102 posko siaga kelistrikan serta 4.972 personel di bidang distribusi dan transmisi untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri.
Ia menjelaskan bahwa daya mampu pasok pembangkit pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan mencapai 2.285 Mega Watt (MW), sementara perkiraan beban puncak berada di angka 1.718 MW. Dengan demikian terdapat cadangan daya sebesar 567 MW yang memastikan kecukupan pasokan listrik selama periode siaga.
“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk menjaga kecukupan pasokan listrik di sistem Sulawesi Bagian Selatan,” jelas Edyansyah.
Selain menjaga keandalan listrik, PLN juga menyiapkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama Ramadan dan Idulfitri. Sebanyak 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah tersedia di 53 lokasi di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar.
Dalam periode siaga Ramadan dan Idulfitri, PLN turut menyiapkan berbagai peralatan pendukung operasional, antara lain 152 unit genset, 30 unit uninterruptible power supply (UPS), 79 unit gardu bergerak (UGB), 13 crane, 308 mobil operasional, serta 169 motor operasional. Selain itu, sebanyak 10 tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) juga disiagakan.
“Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal sepanjang Ramadan hingga Idulfitri tahun ini,” ujar Edyansyah.




