Bukan Cuma Otomotif, Astra Bidik Sektor Mineral dan Perbankan Digital

mediaindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pertumbuhan kinerja solid dengan raihan laba bersih yang melonjak signifikan dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari diversifikasi portofolio di tujuh lini bisnis serta konsistensi memegang teguh filosofi Catur Dharma. Hingga saat ini, Astra telah menaungi 321 anak perusahaan dengan dukungan lebih dari 190.000 karyawan.

“Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama bangsa. Kemampuan Grup untuk bertahan didukung oleh portofolio yang terdiversifikasi dan eksekusi yang disiplin,” ujar Djony melalui keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Baca juga : Astra Siaga Lebaran 2026 Hadir di Jalur Strategis Mudik

Djony menjelaskan, ketahanan Astra melewati berbagai krisis, mulai dari pandemi covid-19 hingga ketidakpastian geopolitik yang bertumpu pada peta jalan 3P Roadmap. Strategi ini menyeimbangkan antara performa bisnis (Portfolio), pengembangan sumber daya manusia (People), dan kontribusi sosial (Public Contribution).

Dalam aspek sumber daya manusia, Astra mengedepankan konsep people legacy untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan mulus.

“Kita harus terus mencari talenta baru dan mempersiapkan pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi memiliki karakter dan loyalitas. Proses suksesi kita siapkan beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan keberlanjutan,” tambah Djony.

Baca juga : Astra Kantongi Pendapatan Rp323,4 Triliun di 2025, Bisnis Jasa Keuangan Jadi Penopang

Menatap masa depan, Astra terus melakukan ekspansi bisnis secara terukur. Selain memperkuat sektor otomotif dan jasa keuangan, perusahaan kini merambah sektor baru yang prospektif, seperti perbankan digital, layanan kesehatan, hingga investasi di sektor mineral non-batubara.

Djony menekankan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan dalam setiap investasi baru. Diversifikasi ini diharapkan menjadi kunci stabilitas kinerja perusahaan di berbagai siklus ekonomi nasional.

Sejalan dengan misi "Sejahtera Bersama Bangsa", Astra juga memperkuat kontribusi sosialnya. Salah satu program unggulannya, Desa Sejahtera Astra, kini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, hingga kewirausahaan.

“Astra harus tetap menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Continuity gives stability, but values give eternity,” pungkas Djony. (E-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polandia Larang HP untuk Siswa di Bawah 16 Tahun Mulai 1 September
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bangkit dari Terlupakan, Ezra Walian Rebut Hati John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026?
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Virgoun dan Opick Bikin Ribuan Penonton Menangis di LMF 2026
• 6 jam laluintipseleb.com
thumb
Ibas Fasilitasi 500 Perantau Mudik Gratis Lebaran 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Layanan Terminal Kalideres Dinilai Cukup, Kebersihan Masih Jadi PR
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.