Keputusan ini pun langsung direspons oleh Federasi Sepak Bola Senegal untuk menolak keputusan ini.

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memberi juara Piala Afrika ke Maroko setelah memutuskan Senegal kalah WO 3-0 di babak final.

Federasi Sepak Bola Senegal bergerak cepat dengan langsung menolak keputusan ini. Senegal pun bergerak cepat dengan mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Rabu (18/3/2026). 

Keputusan kontroversial ini muncul setelah CAF menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko atas Senegal melalui keputusan forfeit dalam partai final yang penuh polemik.

Dilansir dari laman All Afrika, Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengaku telah menerima putusan CAF dalam kasus WO itu, mereka dengan tegas mengecam hasil tersebut.

FSF menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak dapat diterima.

Putusan tersebut diambil setelah Komite Banding CAF mengabulkan protes yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF). CAF merujuk pada Pasal 82 dan 84 regulasi kompetisi yang mengatur tentang pelanggaran dan keputusan kalah walkover.

Tak hanya itu, Komite Banding juga membatalkan keputusan awal dari Komite Disiplin CAF dengan alasan adanya kekurangan prosedural, khususnya karena hak Maroko untuk didengar tidak terpenuhi dalam proses sebelumnya.

Kondisi tersebut membuka jalan bagi peninjauan ulang kasus yang pada akhirnya merugikan Senegal.

Namun, pihak Senegal menolak menerima keputusan tersebut begitu saja. Dalam pernyataan resminya, FSF menegaskan bahwa mereka tidak sepakat baik terhadap proses maupun hasil akhir yang dikeluarkan CAF.

Menurut mereka, keputusan tersebut bukan hanya berdampak pada hasil pertandingan, tetapi juga mencederai integritas sepak bola Afrika secara keseluruhan.

FSF menilai putusan tersebut memunculkan kekhawatiran serius terkait tata kelola, keadilan, serta konsistensi dalam proses disipliner di level tertinggi sepak bola Afrika.

Sebagai respons, Senegal memastikan akan segera membawa kasus ini ke CAS di Lausanne dalam waktu dekat.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Senegal siap menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai hak dan kepentingan sepak bola Senegal.

Jika kasus ini diterima oleh CAS, maka sengketa akan bergeser dari ranah internal CAF ke panggung arbitrase olahraga internasional. Hal ini membuka peluang adanya perubahan keputusan, sebagaimana pernah terjadi dalam sejumlah kasus besar di dunia sepak bola.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hilal Dinilai Masih Rendah, NU Prediksi Idulfitri 2026 pada 21 Maret 2026
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mastercard dan CLIK Biro Kredit Indonesia Kolaborasi Perkuat Lembaga Keuangan
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Bandara Soetta Tembus 184 Ribu Penumpang dalam Sehari
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Jasa Marga: 34% Kendaraan Keluar Jakarta, One Way Diterapkan hingga Kalikangkung
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pekan Terakhir Ramadan, Pedagang di Mal di Tangerang Catat Kenaikan Penjualan 80%
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.