Arus Kendaraan Meningkat, "Oneway" Lokal Diterapkan dari Semarang hingga Salatiga

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Kepolisian Daerah Jawa Tengah menerapkan rekayasa sistem satu arah atau oneway lokal dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Kilometer 460 Jalan Tol Semarang-Solo di Salatiga pada Rabu (18/3/2026). Rekayasa lalu lintas itu diterapkan menyusul arus kendaraan di dalam tol terus meningkat.

Untuk mengurai kepadataan arus di tol, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng menerapkan oneway lokal mulai Rabu petang. Rekayasa itu disebut situasional atas kondisi kepadatan arus lalu lintas.

"Oneway lokal dimulai pada pukul 16.37 WIB," kata Kepala Satuan Lantas Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Besar Yunaldi, Rabu.

Oneway nasional lebih dulu diterapkan pada Selasa (17/3/2026) mulai dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 263 Tol Pejagan-Pemalang di Brebes. Penerapannya lalu, diperpanjang hingga KM 414 GT Kalikangkung. Perpanjangan penerapan oneway nasional itu dilakukan lantaran kepadatan arus kendaraan terus meningkat.

Jika di hari-hari sebelumnya, volume kendaraan yang melintas di GT Kalikangkung di bawah 3.000 kendaraan per jam, pada Rabu, jumlahnya di atas 3.000 kendaraan per jam. Bahkan, pada pukul 17.00 WIB - 18.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 4.808 unit.

Baca Juga”One Way” Nasional sampai Brebes, Jateng Siapkan Antisipasi jika Arus Kendaraan Melonjak

Berdasarkan pantauan Kompas di sekitar KM 429 pada Rabu petang, arus lalu lintas ramai lancar usai adanya penerapan oneway, terutama di jalur B atau arah Semarang - Jakarta. Arus lalu lintas pada jalur A di sekitar wilayah itu tampak sedikit tersendat sekitar pukul 17.45 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Hal itu karena para pemudik hendak beristirahat untuk shalat dan berbuka puasa di rest area KM 429.

Untuk mengurai kepadatan, petugas sempat memasang peringatan bahwa rest area KM 429 penuh. Pengguna jalan diminta untuk berhenti di rest area selanjutnya yakni di KM 439.

Seiring dengan adanya penerapan oneway lokal, kepadatan terpantau terjadi di jalur non-tol. Di jalur arteri nasional Semarang-Solo di wilayah Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang hingga Kota Semarang misalnya, jalanan dipadati kendaraan.

Di jalur Semarang-Solo, mayoritas dipenuhi oleh kendaraan roda dua. Sementara di jalur sebaliknya, yakni Solo-Semarang, mayoritas dipenuhi oleh kendaraan roda empat atau lebih dan bus-bus dengan tujuan ke Jakarta dan Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Komisaris Besar Artanto mengatakan antisipasi telah disiapkan untuk mengurai kepadatan di jalur arteri. Di titik-titik rawan kemacetan, polisi ditempatkan untuk memastikan lalu lintas lancar.

"Tim motor urai kemacetan juga disiapkan di sejumlah titik untuk digerakan ke lokasi-lokasi yang rawan. Para pemudik kami imbau untuk memanfaatkan aplikasi Sipolan supaya bisa mendapatkan petunjuk mengenai jalur alternatif yang disiapkan kepolisian maupun memantau kondisi lalu lintas di rute yang hendak dilalui," ucap Artanto.

Sementara itu, para pemudik yang memilih untuk menempuh perjalanan di masa puncak arus mudik mengaku sempat terjebak macet. Nur (35) bersama keluarganya yang mudik dari Tangerang, Banten ke Ngawi, Jawa Timur pada Rabu dini hari misalnya, mengaku mengalami kemacetan di Tol Bekasi, Tol Cikampek, dan Tol Karawang.

Selepas Tol Karawang, Nur mengaku perjalanannya lancar. Rombongannya baru mengalami perlambatan jelang gardu pembayaran di GT Kalikangkung. Kecepatan kendaraannya di sekitar lokasi itu sekitar 5 km/jam.

"Kalau di hari normal, Tangerang-Ngawi itu paling 10 jam. Ini tadi 14 jam baru sampai Semarang. Ya, sudah risiko mudik mepet Lebaran, harus siap macet-macetan," ujar Nur.

Selain pemudik di jalur tol, kemacetan juga dirasakan oleh pemudik sepeda motor di jalur arteri. Rendy (24), pemudik yang menempuh perjalanan dari Tangerang menuju Wonogiri, Jateng mengaku terjebak macet di Cikarang dan Bekasi. Oleh karena kelelahan menembus kemacetan, Rendy yang mudik bersama empat orang pemudik motor lainnya itu memutuskan untuk beristirahat selama satu jam di Bekasi.

Memasuki wilayah Jateng, mereka mengaku arus lalu lintas lancar. Kendati demikian, mereka menemui banyak jalan berlubang, terutama di sekitar Jalur Pantura Tegal hingga Batang. Kondisi itu membuat laju kendaraan mereka jauh lebih lambat.

"Tahun ini menurut saya jalanan lebih macet dibanding tahun lalu. Mungkin karena tahun lalu saya mudik H-7 jadi jalanan belum terlalu ramai. Kalau tahun ini mudik di H-3 karena memang baru dapat libur mulai hari ini," kata Rendy.

Baca JugaHindari Macet di Puncak Arus, Sebagian Orang Mudik Lebih Awal

Tak hanya pemudik dari arah barat ke timur, kemacetan juga dikeluhkan oleh pemudik sepeda motor yang menempuh perjalanan dari timur ke barat. Ahmadi (24), warga Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang mudik dari Sukoharjo pada Rabu. Ahmadi yang menempuh perjalanan dari Sukoharjo pada pukul 15.00 WIB sampai di Ungaran 18.30 WIB.

"Tadi sempat macet di Salatiga, sekitar 20-30 menit. Kemungkinan karena hari ini di tol ada oneway, jadi banyak yang lewat jalur sini, makanya padat," ucap Ahmadi.

Sebenarnya, Ahmadi ingin mudik dari jauh-jauh hari untuk menghindari kemacetan. Kendati demikian, rencana itu tak bisa direalisasikan karena dirinya baru mendapatkan jatah libur mulai Kamis (19/3/2026).

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Bantah Kabar Penghentian Penerbangan Internasional
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ini Deretan Promo Ramadan BRI 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Cuma Otomotif, Astra Bidik Sektor Mineral dan Perbankan Digital
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Laporan Media: AS Tekan Suriah Bantu Israel Perang Lawan Lebanon, Damaskus Waswas
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Telusuri Sumber Uang yang Disetorkan untuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.