Arus Mudik di Klaten Meningkat Signifikan, Polisi Optimalkan Rekayasa Lalu Lintas

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Data terbaru dari Posko Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Klaten mencatat lonjakan volume kendaraan terjadi baik di jalur tol maupun jalan arteri.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejauh ini masih terpantau aman dan terkendali. Untuk mengantisipasi kemacetan di titik-titik rawan, pengamanan ketat telah disiagakan di berbagai lokasi strategis.

Lonjakan Volume Kendaraan di Jalur Tol dan Arteri

Berdasarkan data harian Operasi Ketupat Candi, jumlah kendaraan yang keluar melalui gerbang tol di wilayah Klaten pada 17 Maret 2026 mencapai 17.668 unit. 

Baca juga : Gubernur Jawa Tengah: Kami Sangat Siap Terima Para Pemudik

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 25,2% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke jalur tol tercatat sebanyak 8.762 unit, atau naik sekitar 7,5%.

Kondisi serupa terjadi di jalur arteri Jogja-Solo. Pada tanggal yang sama, tercatat sebanyak 32.181 kendaraan melintasi jalur utama tersebut. Peningkatan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga puncak arus mudik.

“Untuk kelancaran arus mudik di jalur tol dan arteri, termasuk jalur wisata, rekayasa lalu lintas dioptimalkan,” ujar Kasi Humas Polres Klaten, AK Suwoto.

Baca juga : Bupati Berangkatkan 11 Bus Mudik Gratis Warga Klaten di Jabodetabek

Data Terkini Gerbang Tol (GT) Klaten

Hingga Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB, data traffic counting menunjukkan aktivitas yang padat di tiga gerbang tol utama di Klaten:

  • GT Polanharjo: 759 kendaraan masuk, 1.763 kendaraan keluar.
  • GT Klaten: 532 kendaraan masuk, 1.006 kendaraan keluar.
  • GT Prambanan: 834 kendaraan masuk, 4.623 kendaraan keluar.

Secara total, terdapat 2.125 kendaraan yang masuk dan 7.392 kendaraan yang keluar melalui wilayah Klaten dalam kurun waktu tersebut. 

Menurut AK Suwoto, dinamika ini merupakan hal yang wajar mengingat Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada 20–21 Maret 2026.

Sektor Transportasi dan Pariwisata Mulai Bergeliat

Tidak hanya di jalan raya, kepadatan juga terlihat di simpul transportasi publik. 

Pada 17 Maret, jumlah penumpang di Stasiun Klaten menembus angka 6.356 orang, sedangkan di Terminal Klaten tercatat sebanyak 1.511 penumpang.

Sektor pariwisata pun mulai merasakan dampak libur panjang. Destinasi unggulan seperti Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan dan objek wisata air lainnya di Klaten mulai ramai dipadati pengunjung.

Menutup keterangannya, AK Suwoto menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga kelancaran momen tahunan ini. 

“Polres Klaten memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026, guna menjamin kelancaran arus mudik dan kenyamanan masyarakat selama periode libur Lebaran,” pungkasnya. (Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hak Pensiun DPR Bisa Diwariskan untuk Istri dan Anak, Kini Terancam Dihapus oleh MK
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puncak Arus Mudik Mulai Terasa di Bakauheni, Antrean Kendaraan Mengular Sejak Pagi
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
PAM Jaya Targetkan Seluruh Jakarta Terakses Air Bersih pada 2029
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Boks, Pelaku Terobsesi Hubungan Seks Tidak Wajar
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Menhut minta "zero waste, zero accident" di TN sesuai arahan Presiden
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.