jpnn.com, BANDUNG - Jemaah Muhammadiyah Jawa Barat dipastikan akan melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026).
Keputusan ini mengacu berdasarkan kalender global Islam atau Hijriah yang diterapkan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
BACA JUGA: Salat Id di Wilayah Polres Priok Berjalan Khidmat Berkat Sinergi Masyarakat dan Aparat
Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jabar, Iu Rusliana mengatakan, berdasarkan maklumat pimpinan pusat nomor 1/MLM/I.0/E/2025 untuk Idulfitri 2026 ditetapkan pekan ini.
"Insyaallah Jumat ini, berarti tanggal 20, Ini sesuai edaran dari pimpinan pusat. Kami sudah bersiap, informasi juga sudah di sebar luaskan untuk pelaksanaannya di semua daerah," kata Iu saat dikonfirmasi, Kamis (19/3).
BACA JUGA: Fatwa Muhammadiyah Sebut Kripto Sah untuk Investasi, INDODAX Gencarkan Edukasi
Seluruh masjid Muhammadiyah di Jabar dipastikan sudah bersiap untuk menggelar salat Id, dan beberapa di antaranya dipersiapkan untuk digelar di lapangan terbuka. Iu memastikan, waktu salat digelar pukul 06.00 WIB.
"Ada ratusan titik pelaksanaan ibadah salat Id yang dilaksanakan pada hari Jumat 20 Maret pagi, jam 06.00 WIB biasanya dimulai berkumpulnya pelaksanaannya di jam 06.45 WIB," jelasnya.
BACA JUGA: Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idulfitri pada 20 Maret 2026
Untuk PW Muhammadiyah Jabar, nantinya akan menggelar salat Id di lapangan depan Masjid Raya Mujahidin Bandung dimana sudah dipersiapkan untuk perizinan dan juga lainnya.
"Lapangan Lodaya, tapi kami juga memanfaatkan tempat-tempat umum. Misalkan Insyaallah di banyak daerah sih menggunakan lapangan-lapangan ya pemerintah entah biasanya atau punyanya TNI Polri tapi tentu proses perizinan terlebih dahulu dilakukan," ujarnya.
Selain itu, ada juga di beberapa titik lainnya di Kota Bandung, seperti di Universitas Muhammadiyah Bandung, Komplek Pendidikan Muhammadiyah Antapani, dan di lapangan daerah Sukajadi, Kota Bandung.
Meski Muhammadiyah menggelar salat Id lebih dulu, Iu berharap agar warga bisa saling menghargai dan menjaga toleransi antar sesama.
"Semuanya bisa saling menghargai, saling menghormati apapun keputusannya. Jika memang besok Idul Fitri itu berbeda, ada yang Jumat 20 Maret, ada yang Sabtu 21 Maret. Mari itu jadikan sebagai momen saling menghargai, saling menghormati," tuturnya.
PW Muhammadiyah Jabar menghimbau agar seluruh pengurus di daerah bisa menyampaikan mana saja titik untuk salat Id. Sebab, banyak dari warga lainnya di luar daerah yang kebetulan tengah beradai di Jabar belum mendapatkan informasi mana saja lokasi salat Idulfitri.
"Kami meminta seluruh pimpinan daerah untuk menginformasikan secara terbuka titik-titik pelaksanaan Id. Ini penting karena banyak warga masyarakat yang bertanya juga secara pribadi ke saya, ke pimpinan lain soal lokasi salat," ucap Iu.
Iu menambahkan, Muhammadiyah Jabar juga menyediakan hidangan khusus selepas salat Id. Masyarakat nantinya bisa makan bersama-sama dan bersilaturahmi.
"Jadi habis salat Id bagi yang tidak langsung pulang bisa menikmati sarapan pagi misalkan kan bisa di di situ. Saya kira di daerah lain juga sama ya, melakukannya," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Natalia
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




