Araghci Kritik Macron yang Seolah Tutup Mata Terkait Serangan AS-Israel ke Iran

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran melontarkan kritik tajam kepada Emmanuel Macron Presiden Prancis, terkait sikapnya yang seolah tutup mata terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Araghchi menilai Macron tidak menunjukkan sikap tegas terhadap serangan AS-Israel yang disebutnya menyasar warga sipil Iran. Dalam pernyataan melalui akun X, Menlu Iran itu menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya kecaman dari Macron terhadap serangan militer yang dilakukan AS dan Israel.

“Macron tidak mengucapkan satu kata pun untuk mengutuk perang Israel-AS terhadap Iran. Dia tidak mengutuk Israel ketika mereka meledakkan penyimpanan bahan bakar di Teheran, yang membuat jutaan orang terpapar racun. ‘Kekhawatiran’ yang dia sampaikan sekarang tidak muncul setelah serangan terhadap fasilitas gas kami, tetapi setelah kami membalas. Menyedihkan!” tulis Araghchi seperti dikutip kantor berita Tasnim, Kamis (19/3/2026).

Araghchi juga menyinggung pernyataan Macron sebelumnya yang menyerukan penghentian serangan terhadap infrastruktur sipil. Dalam unggahannya, Macron menyebut telah berbicara dengan Emir Qatar dan Donald Trump Presiden terkait situasi tersebut.

“Saya baru saja berbicara dengan Emir Qatar dan Presiden Trump setelah serangan yang menghantam fasilitas produksi gas di Iran dan Qatar hari ini. Menjadi kepentingan bersama kita untuk segera menerapkan moratorium terhadap serangan yang menargetkan infrastruktur sipil, khususnya fasilitas energi dan air. Populasi sipil serta kebutuhan dasarnya, termasuk keamanan pasokan energi, harus dilindungi dari eskalasi militer,” ujar Macron di akun X miliknya, Kamis.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut disebut melibatkan target militer hingga fasilitas sipil, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dalam skala luas.

Sebagai respons, militer Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target yang diklaim sebagai posisi AS dan Israel di kawasan Timur Tengah. Pernyataan saling serang ini semakin mempertegas meningkatnya tensi geopolitik global, terutama terkait isu keamanan energi dan stabilitas kawasan. (ant/bil/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usman Hamid Desak Kasus Teror Air Keras Masuk Peradilan Umum, Jangan Sampai Lenyap di Yurisdiksi Militer
• 8 jam laludisway.id
thumb
Hari Ini, BMKG Bantu Amati Hilal di 37 Titik, Keputusannya Tunggu Sidang Isbat
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Arab Saudi Emosi, Ultimatum Keras Iran: Kesabaran Kami Ada Batasnya!
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kakorlantas: 42% Kendaraan Telah Tinggalkan Jakarta Selama Arus Mudik
• 17 jam laludetik.com
thumb
Update Kasus Anak Nizam Syafei, Kubu Ibu Korban Ingatkan Penegakan Hukum
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.