Amerika Serikat Tegur Israel Terkait Serangan ke Ladang Gas Iran

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) rupanya cukup terganggu dengan serangan menuju ladang gas dari Iran. Ia meminta hal tersebut untuk tak diulangi kembali oleh Israel.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menegur Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia meminta agar hal tersebut tidak diulangi oleh Tel Aviv.

Baca Juga: Soal Perang Iran, Amerika Serikat: Tujuan Kami Berbeda dengan Israel

“Saya bilang kepadanya, jangan lakukan itu lagi dan dia tidak akan melakukannya,” ujar Trump, dikutip dari Reuters

Namun, Trump tidak menjelaskan apakah ia sebelumnya mengetahui atau menyetujui serangan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa hubungan militer kedua negara tetap erat dan terkoordinasi.

Menurutnya, dalam beberapa kasus, setiap keputusan militer dilakukan atas kehendak sendiri dari Israel. Meski demikian, mereka masih berkoordinasi dengan AS.

“Kami independen, tapi hubungan kami sangat baik. Ini terkoordinasi,” kata Trump.

“Namun kadang dia melakukan sesuatu, dan jika saya tidak suka, maka itu tidak akan terjadi lagi,” tambahnya.

Diketahui, South Pars yang diserang sebelumnya memicu balasan dari Iran. Teheran membalas hal tersebut dengan menyerang infrastruktur energi di Qatar dan Timur Tengah. Eskalasi ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak dimulainya perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Serangan Iran juga tidak hanya terjadi di Qatar. Teheran juga menyasar infrastruktur energi dalam berbagai negara mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait. Ketiga negara tersebut mendapati kilang minyak dan fasilitas gas mereka menjadi sasaran dari Teheran.

Baca Juga: Israel: Amerika Serikat Ikut Koordinasi Serangan Ladang Gas Iran

Perbedaan Amerika Serikat dan Israel dalam menanggapi perang dan pendekatan dalam strategi militer menjadi sorotan meskipun kedua negara tetap bekerja sama secara umum. Kondisi ini juga menambah ketidakpastian di pasar global, terutama terkait stabilitas energi, karena konflik kini menyasar infrastruktur vital seperti ladang gas dan kilang minyak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
67 Tahanan Kasus Korupsi Difasilitasi KPK Salat Id, Termasuk Gus Yaqut
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Disdik Makassar Bagikan 5 Ide Kegiatan Bermanfaat untuk Isi Libur Lebaran
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Pengumuman! Transjakarta, MRT dan LRT Rp 1 saat Lebaran 21-22 Maret
• 9 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Geram Atas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
One Way Cipali Resmi Berakhir, Arus Tol Kembali Normal Jelang Lebaran 2026
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.