OJK Sebut Penyaluran KUR pada Himbara Terjaga

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penyaluran dan rasio Non Performing Loan (NPL) Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Himbara terjaga sejalan dengan perkembangan KUR nasional.

OJK Sebut Penyaluran KUR pada Himbara Terjaga (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi penyaluran dan rasio Non Performing Loan (NPL) Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Himbara terjaga sejalan dengan perkembangan KUR nasional. 

"Selanjutnya penyaluran kredit UMKM termasuk KUR bersifat siklikal karena sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan permintaan kredit segmen UMKM serta bukan permasalahan fundamental kondisi ekonomi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis Jumat (20/3/2026).

Baca Juga:
Harga Minyak Berbalik Arah usai PM Israel Netanyahu Sebut Iran Tak Bisa Perkaya Uranium

OJK mengkaji terdapat beberapa faktor yang secara umum dapat menjadi penyebab meningkatnya rasio kredit antara lain menurunnya daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi di sektor riil yang membuat usaha kecil yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi juga turut terdampak.

Perbankan juga wajib melaksanakan prinsip manajemen risiko dan tata kelola yang baik dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya, antara lain dengan analisis kredit dan scoring serta selektif, membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang memadai sebagai bantalan terhadap risiko potensi gagal bayar, termasuk monitoring risiko konsentrasi dan portofolio kredit.  

Baca Juga:
Tiga Bank Sentral Tahan Suku Bunga Kebijakan di Tengah Konflik Memanas Timur Tengah

"Selain itu, terhadap debitur yang dinilai masih memiliki prospek usaha, dapat dilakukan restrukturisasi kredit sehingga tidak langsung diklasifikasikan sebagai NPL bila masih ada peluang pemulihan," tutur dia.

Di sisi lain, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada Januari 2026, kredit tumbuh sebesar 9,96 persen yoy menjadi Rp8.557 triliun, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen. 

Baca Juga:
Gelar Salat Idulfitri, PP Muhammadiyah Dipadati Jamaah

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14 persen (Desember 2025: 2,05 persen) dan NPL net sebesar 0,82 persen (Desember 2025: 0,79 persen). Selain itu, Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 9,01 persen (Desember 2025: 8,77 persen).

"Kredit UMKM terkontraksi sebesar 0,53 persen yoy, dengan nominal kredit sebesar Rp1.482,99 triliun dan NPL terjaga 4,60 persen," katanya. Namun demikian, penyaluran KUR masih tetap tumbuh sebesar 0,16 persen yoy dengan nominal kredit sebesar Rp439,40 triliun dengan rasio NPL gross sebesar 2,37 persen.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Remaja Putri Saling Serang, Dikerumuni Banyak Orang
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Arus Mudik Membludak, 577 Ribu Kendaraan Melintas di Jalur Pantura Cirebon hingga H-1 Lebaran 2026
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Jemaah Muhammadiyah Mulai Padati Lokasi Salat Id di Kramat Jati
• 18 jam lalukompas.com
thumb
APBN untuk Situasi Terburuk yang Mungkin Dihadapi
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Usai Bunuh Istri dan Selingkuhannya, Suami Ditemukan Tewas Dalam Mobil
• 13 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.