Iran desak negara kawasan blokir wilayah untuk serangan AS-Israel

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, Kamis (19/3), menyerukan tindakan mendesak dari negara-negara di kawasan untuk mencegah AS dan Israel menggunakan wilayah dan fasilitas mereka untuk melakukan serangan militer terhadap Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Baghaei menggambarkan pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, pada pertemuan konsultatif darurat di Riyadh sebagai "tidak adil, sepihak, dan tidak konsisten dengan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap perkembangan regional."

Dia mengatakan bahwa "tidak ada pihak yang dapat mengabaikan fakta yang jelas bahwa akar penyebab krisis saat ini di kawasan ini adalah perang yang dipaksakan oleh AS dan rezim Israel."

Dia juga menambahkan bahwa kedua negara tersebut "menggunakan pangkalan dan fasilitas militer di negara-negara regional untuk merencanakan, melaksanakan, dan mendukung tindakan agresif mereka terhadap Iran."

Baghaei menekankan "hak yang melekat pada Iran untuk membela diri terhadap agresi militer AS dan Israel," mencatat bahwa berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB, "tidak ada negara yang diizinkan untuk membiarkan wilayah atau fasilitasnya digunakan oleh pihak ketiga untuk melakukan agresi militer terhadap negara lain."

Merujuk pada "bukti kredibel" tentang penggunaan berkelanjutan pangkalan regional untuk serangan, dia mengatakan negara-negara yang menampung fasilitas militer AS memikul tanggung jawab internasional.

Dia memperingatkan bahwa "mereka yang membantu atau berpartisipasi dalam agresi militer AS dan Israel terhadap Iran akan dianggap sebagai kaki tangan dalam kejahatan yang dilakukan."

Dia juga menegaskan kembali komitmen Iran terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip "hubungan bertetangga yang baik dan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah."

Baghaei menyatakan harapan bahwa negara-negara regional akan bertindak "secara rasional dan bertanggung jawab" untuk mencegah penggunaan wilayah mereka dan menghindari perpecahan regional lebih lanjut.

Eskalasi di kawasan terus berkobar sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Sekjen PBB: Konflik Iran bisa lepas kendali, dunia terancam menderita

Baca juga: Trump minta Netanyahu tak lagi serang ladang migas Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tekan Emisi dan Meriahkan Mudik Gratis BUMN 2026, PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Libur Lebaran 2026, Warga Jabar Dapat Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Topik Obrolan yang Perlu Dihindari saat Kumpul Keluarga Besar
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
6 Kejanggalan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus yang Mengudang Sorotan Publik
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.