Penulis: Fityan
TVRINews – Yerusalem
Perdana Menteri Israel Klaim Kemampuan Nuklir Teheran Lumpuh Total di Tengah Koordinasi Erat dengan Presiden Trump
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa aliansi antara Israel dan Amerika Serikat tengah berada di ambang kemenangan mutlak dalam konflik melawan Iran.
Dalam keterangannya pada Kamis 19 Maret 2026, Netanyahu menegaskan bahwa kekuatan militer dan industri pertahanan Republik Islam tersebut telah mengalami degradasi signifikan hingga mencapai titik tidak berfungsi.
Netanyahu mengklaim bahwa Iran kini tidak lagi memiliki kapasitas untuk melakukan pengayaan uranium maupun memproduksi rudal balistik.
"Kami menang, dan Iran sedang dihancurkan," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan secara internasional.
Aksi Mandiri dan Koordinasi Strategis
Dalam ulasannya, Netanyahu mengonfirmasi bahwa pasukan Israel bergerak secara mandiri saat melancarkan serangan terhadap lapangan gas raksasa South Pars di Iran.
Namun, ia juga mengungkapkan adanya komunikasi intensif dengan Gedung Putih. Menurutnya, Presiden AS Donald Trump telah meminta Israel untuk menangguhkan serangan serupa di masa mendatang guna menjaga stabilitas kawasan.
Membantah spekulasi bahwa dirinya memengaruhi kebijakan luar negeri AS secara berlebihan, Netanyahu justru menekankan posisi kepemimpinan Trump dalam aliansi ini.
"Apakah ada yang benar-benar berpikir bahwa seseorang bisa mendikte Presiden Trump?" tanya Netanyahu retoris kepada wartawan.
"Beliau tidak butuh diyakinkan. Saya rasa tidak ada dua pemimpin yang berkoordinasi seerat Presiden Trump dan saya. Beliau adalah pemimpinnya, dan saya adalah sekutunya."
Selain kerusakan infrastruktur, Netanyahu menyoroti adanya krisis kepemimpinan di Teheran pasca-tewasnya Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang. Ia menyebut bahwa suksesi kepada Mojtaba Khamenei belum menunjukkan stabilitas.
"Kami melihat adanya retakan besar di tingkat komando tinggi hingga ke unit-unit di lapangan," tambahnya. Israel, menurutnya, tengah berupaya memperlebar celah internal tersebut untuk mempercepat berakhirnya konflik.
Respons Global dan Pasar Energi
Serangan terhadap infrastruktur gas Iran sebelumnya telah memicu gejolak pada pasar energi global. Menanggapi hal tersebut, Presiden Trump di Oval Office menyatakan ketidaksenangannya terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan.
"Kami tidak melakukan hal itu lagi," tegas Trump, merujuk pada serangan terhadap sektor energi.
Netanyahu mengonfirmasi bahwa pesan dari Washington telah diterima dengan baik. "Presiden Trump meminta kami menahan diri dari serangan (infrastruktur) di masa depan, dan kami mematuhinya."
Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer terhadap target strategis lainnya akan tetap berlanjut hingga tujuan keamanan Israel tercapai sepenuhnya. Ia juga mengecam penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai bentuk "pemerasan" yang tidak akan membuahkan hasil.
"Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, dan kami akan menyelesaikannya. Namun, saya melihat perang ini akan berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan orang-orang," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





