Baru-baru ini, terjadi bentrokan besar antara polisi dan warga di Kota Xinyi, Provinsi Guangdong. Insiden ini dipicu oleh dugaan bahwa pemerintah setempat menipu warga: awalnya disebutkan pengadaan lahan untuk pembangunan jalan, namun ternyata digunakan untuk membangun rumah duka/krematorium yang berlokasi hanya beberapa ratus meter dari beberapa desa di sekitarnya. Warga pun melakukan protes massal, dan aparat mengerahkan banyak polisi untuk menekan aksi tersebut, sehingga terjadi bentrokan.
EtIndonesia. Pada 18 Maret, menurut video yang beredar di platform X (luar negeri), pada 17–18 Maret sejumlah besar warga desa turun ke jalan untuk memprotes, meneriakkan slogan, dan mengepung pusat layanan “Partai dan masyarakat” setempat. Setelah itu, pemerintah setempat mengerahkan sejumlah besar polisi anti huru-hara, dan bentrokan sengit pun terjadi.
Rekaman video menunjukkan banyak polisi dan warga terlibat bentrokan langsung. Beberapa warga dipukuli oleh polisi, dan ada yang mengalami luka di bagian kepala.
Laporan lain menyebutkan bahwa insiden ini melibatkan dua desa, dan pihak berwenang mengerahkan ribuan personel polisi dari daerah sekitar untuk menjaga stabilitas. Saat ini, desa-desa yang terlibat telah ditutup/diblokade.
Di internet daratan Tiongkok, semua video terkait kejadian ini telah dihapus.
Seorang warganet lokal mengungkapkan bahwa pemerintah awalnya mengatakan akan membangun jalan, namun ternyata proyek tersebut adalah krematorium. Lokasinya berada di Malutang, berjarak kurang dari 700 meter dari Desa Wangyong, hanya sekitar 200 meter dari Desa Wusheng, dan sekitar 600 meter dari sebuah sekolah dasar di dekatnya.
Warganet mempertanyakan dengan meninggalkan pesan :
“Dari peta terlihat lokasinya sangat dekat dengan pemukiman. Apa dasar klaim resmi bahwa ‘tidak ada penduduk dalam radius 500 meter’? Kami berharap ada penjelasan jelas dari pihak terkait.”
“Ada begitu banyak tempat lain, kenapa harus dibangun dekat pemukiman?”
“Itu juga merupakan sumber air bagi beberapa desa di sekitarnya.”
Ada juga warganet yang mengatakan:
“Katanya grup diskusi sudah diblokir.”
“Hari ini ada orang datang ke rumah saya, mengatakan tidak boleh berkomentar atau ikut serta.”
“Saya melihat beberapa video, tapi semuanya tiba-tiba hilang.”
Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing – NTDTV.com





