Ruang istirahat atau rest area di ruas tol selama periode arus mudik dan balik Lebaran menjadi fasilitas vital penunjang pengendara. Tempat ini menjadi andalan untuk sekadar istirahat hingga anjungan rekreasi setelah menempuh jarak yang jauh.
Namun perlu diingat, periode mudik Lebaran artinya ada lonjakan kunjungan ke rest area. Bukan menjadi alasan pengemudi untuk tidak memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai tempat mengambil istirahat yang optimal.
Lantaran keterbatasan tempat yang tak sebanding dengan jumlah kunjungan. Untuk itu Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (IDDC), Jusri Pulubuhu memberikan kiat agar istirahat tetap berkualitas meski tidak bisa terlalu lama berada di rest area.
“Sebaiknya dalam perjalanan mudik Anda punya metode istirahat setiap dua jam perjalanan atau saat tanda-tanda kelelahan muncul,” buka Jusri kepada kumparan, Senin (16/3).
Jusri mengatakan, jika rentang perjalanan masih tahap awal atau baru pergi dari titik awal keberangkatan, pengemudi dapat melakukan peregangan badan ringan. Metode ini bermanfaat bagi yang menjalankan ibadah puasa.
"Bisa stretching angkat kedua tangan di udara dan kaki jinjit, lakukan selama 20-30 detik. Perjalanan mudik itu memang idealnya berangkat pagi hari atau setelah sahur untuk menghindari berkendara pada malam hari," katanya.
Pasalnya, kondisi tubuh setelah sahur dinilainya masih sangat segar dan baik karena dalam situasi setelah makan dan tidur malam 6-7 jam sebelum berangkat. Selain itu, berangkat pada waktu tersebut dinilainya sebagai ibadah tambahan.
"Setelah sahur bisa salat subuh, kemudian berangkat sebelum siangnya istirahat kembali bisa di rest area atau tempat-tempat istirahat yang non tol untuk kemudian salat dzuhur. Lanjut lagi kalau perjalanan masih jauh bisa istirahat diselipkan untuk salat ashar," terang Jusri.
Paling penting adalah jaga jam tidur malam tetap berdurasi 6 sampai 7 jam sebelum waktu keberangkatan dan asupan selama sahur diimbangi dengan makanan atau minuman protein agar energi dapat diolah tubuh lebih lama.
Kemudian catatan berikutnya, metode istirahat yang tepat akan berbeda lagi jika perjalanan sudah menempuh jarak yang cukup jauh atau durasi lebih dari 5 jam. Jusri bilang, satu-satunya cara untuk memulihkan energi adalah tidur.
"Cara tidur ada bermacam-macam. Ada nano nap selama lima menit, kemudian mini nap sekitar 10 sampai 15 menit, dan power nap sekitar 30 menit," paparnya.
Bila tidak bisa sampai 30 menit, Jusri bilang dengan tidur selama 15 menit penuh sebenarnya sudah sangat cukup untuk membuat kondisi tubuh kembali bugar. Justru menurutnya jangan tertidur dalam durasi terlalu lama seperti lebih dari 30 menit atau satu jam.
"Agar bisa terlelap dan nyenyak bisa siapkan alat bantu tidur, seperti penutup mata dan telinga agar tidak terganggu. Jangan terlalu lama karena bisa alami gejala sleep apnea yang membuat metabolisme tubuh berubah, orang bisa sensitif secara emosional," tandasnya.





