Laba Bersih Emiten Prajogo Pangestu BREN Naik Jadi Rp 2,2 T, Ini Penopangnya

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan laba bersih sebesar US$ 132,19 juta atau setara Rp 2,21 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat 8,26% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar US$ 122,10 juta.

Peningkatan laba bersih didorong oleh naiknya pendapatan serta penurunan biaya pendanaan. Sepanjang 2025, BREN mencatatkan pendapatan sebesar US$ 605,18 juta, meningkat dari US$ 596,82 juta secara tahunan atau year on year (yoy).

Pendapatan perseroan terutama berasal dari penjualan listrik sebesar US$ 291,2 juta, penjualan uap US$ 123,7 juta, pendapatan sewa operasi US$ 147,8 juta, serta pendapatan sewa pembiayaan sebesar US$ 42,3 juta.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar US$ 3,87 miliar. Sementara itu, total liabilitas perusahaan menurun menjadi US$ 2,98 miliar.

CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan, sepanjang 2025 perseroan telah menyelesaikan proyek retrofit Salak serta mencatatkan kontribusi dari Unit Binary Salak yang memperkuat kapasitas panas bumi.

“Meskipun segmen (pembangkit tenaga) angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun lalu, aset panas bumi kami menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja Perseroan,” ujar Hendra dalam keterangan resmi dikutip Jumat (20/3).

Ia mengatakan, pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga melalui optimalisasi utang mendorong peningkatan margin dan profitabilitas perseroan. “Kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami,” kata Hendra.

Pendapatan BREN terutama ditopang oleh produksi listrik panas bumi yang stabil serta kontribusi Unit Binary Salak. Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar US$ 518 juta dengan margin EBITDA mencapai 85,6%, mencerminkan efisiensi operasional yang terjaga.

Proyek retrofit Salak yang diselesaikan pada kuartal III 2025 menambah kapasitas baru sebesar 7,7 megawatt (MW), melampaui ekspektasi awal. Bersama Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan perseroan mencapai 910 MW pada akhir 2025, meningkat 24 MW atau 2,7% secara tahunan.

Perseroan juga menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025 yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW. Hal ini menjadi bagian dari tahapan lanjutan strategi ekspansi panas bumi.

Adapun proyek retrofit Wayang Windu telah rampung pada kuartal I 2026, yang turut meningkatkan kinerja pembangkit listrik secara keseluruhan.

BREN akan melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi perseroan diperkirakan melampaui 1 gigawatt (GW).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Pahit Fabio Quartararo: Motor Baru Yamaha M1 Bermesin V4 Tak Punya Kelebihan Sama Sekali
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
5 Berita Populer: Cindy Rizap Bantah Rebut Suami Maissy; Nikita Mirzani Sakit
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Keenan Nasution Ngotot Kasasi Royalti, Pihak Vidi Aldiano Yakin Gugatan Bakal Mental
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
47 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat: Deputi KPK Asep Guntur Rahayu jadi Irjen
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Rincian Utang Pemerintah Rp9.637,9 Triliun: 70% dari SBN Berdenominasi Rupiah
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.