JAKARTA, KOMPAS.com - Satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, atau Jumat (20/3/2026), suasana di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, tampak lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Kondisi ini terlihat dari ruang tunggu yang tidak terlalu padat, serta sejumlah bus yang masih menunggu penumpang sebelum berangkat.
Meski mendekati Lebaran, calon pemudik masih bisa mendapatkan tiket dengan relatif mudah.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran arus mudik yang mulai merata dan tidak lagi menumpuk di satu waktu.
Sejumlah pemudik terlihat santai menunggu keberangkatan, bahkan sebagian masih mencari tiket untuk perjalanan pada hari yang sama.
Adi (32), pemudik asal Bandar Lampung, mengaku baru membeli tiket pada Jumat pagi untuk keberangkatan sore hari.
“Tiket tidak sulit didapat. Tadi saya datang pukul 10.00 WIB dari Bogor, tiket masih tersedia, jadi langsung beli untuk pulang,” ujar Adi di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Di Balik Lancarnya Mudik, Ada Perjuangan Sopir Bus AKAP yang Jarang Dihargai
Ia menjelaskan, dirinya memilih pulang satu hari sebelum Lebaran karena baru mendapatkan cuti dan ingin menghindari kepadatan.
“Kalau pulang hari ini, satu hindarin penumpukan dan kedua saya baru dapat cuti, jadi pas banget ini enggak terlalu ramai,” katanya.
Hal serupa disampaikan Indra, pemudik tujuan Pangandaran, yang sengaja berangkat mendekati Lebaran agar perjalanan lebih lancar.
“Kalau cuti sudah dari kemarin, tetapi emang sengaja balik satu hari sebelum Lebaran biar sepi saja,” ujarnya.
Meski demikian, Indra mengungkapkan harga tiket tetap mengalami kenaikan. Dari yang biasanya sekitar Rp 150.000, kini menjadi Rp 220.000.
“Di kampung semingguan, baliknya nanti sekalian hindarin macet juga, agak lama sekalian,” tuturnya.