RIYADH, KOMPAS.TV - Arab Saudi tampaknya telah muak dengan serangan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan fasilitas energi di Timur Tengah.
Arab Saudi menjadi sasaran serangan Iran, yang disebut sebagai pembalasan atas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Pemerintah Arab Saudi mengungkapkan telah menghalau sejumlah rudal yang menuju pangkalan udara militer, bandara Riyadh, serta kilang minyak Ras Tanura.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Janjikan Pembalasan atas Kematian Ali Larijani, Sebut Iran Menjadi Lebih Kuat
Pada 4 Maret 2026, fasilitas Aramco di Kilang Minyak Ras Tanura akhirnya mengalami serangan Iran.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud, pun menegaskan tak menepikan melakukan aksi militer untuk merespons serangan-serangan itu.
Berbicara di Riyadh, Pangeran Faisal menegaskan Iran berusaha memberikan tekanan kepada negara tetangganya lewat serangan.
“Kerajaan tidak akan menyerah pada tekanan, dan sebaliknya, tekanan ini akan menjadi bumerang,” kata Pangeran Faisal dikutip dari The Time of Israel, Kamis (19/3).
“Dan tentu saja, seperti yang telah kami nyatakan dengan sangat jelas, kami berhak untuk mengambil tindakan militer jika dianggap perlu,” tambahnya.
Arab Saudi melaporkan adanya lebih banyak serangan Iran pada Rabu (18/3). Padahal, saat itu Menlu Saudi tengah menjamu para mitranya di negara Arab dan negara Islam untuk membahas dampak dari perang Timur Tengah.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : The Times of Israel
- arab saudi
- iran
- serangan iran
- aksi militer
- pangeran faisal bin farhan





