Trump Mengirim Marinir AS dan Jet Tempur F-35 ke Timur Tengah

erabaru.net
21 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Juru bicara Pentagon mengumumkan pengerahan awal Marinir AS dan kapal amfibi ke Timur Tengah untuk memperkuat pasukan yang terlibat dalam perlawanan terhadap Iran, lapor Newsmax.

Pengerahan Pasukan yang Dipercepat

Militer AS telah mempercepat pengerahan ribuan Marinir dan kapal amfibi ke Timur Tengah.

Menurut sumber, gugus tugas amfibi yang dipimpin oleh USS Boxer dan Unit Ekspedisi Marinir ke-11 berangkat dari Pantai Barat AS lebih awal dari jadwal.

Komposisi Gugus Tugas Amfibi

Gugus tugas tersebut mencakup kapal dok transportasi amfibi USS Portland dan USS Comstock.

Terdapat sekitar 4.000 anggota militer di dalamnya, termasuk 2.500 Marinir.

Selain personel, kapal-kapal tersebut membawa jet tempur F-35, rudal, dan peralatan untuk mendukung pendaratan pasukan di darat.

Rute melalui kawasan Indo-Pasifik

Dalam perjalanannya ke Timur Tengah, kelompok ini akan melewati kawasan Indo-Pasifik.

Setelah tiba di zona konflik, mereka akan bergabung dengan kapal serbu amfibi USS Tripoli.

Kemudian, kapal penjelajah USS New Orleans dan kapal pengangkut amfibi USS Rushmore akan bergabung dengan formasi tersebut.

Kekuatan total dan misi

Sebagai hasil dari pengerahan ini, sekitar 8.000 pasukan akan dikirim ke zona konflik, termasuk hingga 5.000 Marinir.

Tujuan utama adalah untuk memperkuat pasukan dan mendukung operasi melawan Iran, termasuk kemungkinan penggunaan penerbangan dan peralatan amfibi.

Signifikansi pengerahan

Pengerahan awal Marinir dan peralatan memungkinkan AS untuk membangun kekuatan di area yang strategis dengan cepat.

Langkah ini menunjukkan kesiapan militer untuk menanggapi ancaman dan menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

Sekitar 65% warga Amerika percaya bahwa Presiden AS, Donald Trump mampu memerintahkan pengerahan pasukan ke Iran, tetapi hanya 7% dari populasi yang menyetujui langkah tersebut.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump telah memutuskan untuk mempercepat pengiriman senjata senilai miliaran dolar ke UEA, Kuwait, dan Yordania, tanpa melalui Kongres, karena ancaman dari Iran.(yn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Purbaya Yudhi Sadewa: Lebaran Pertama Jadi Menteri Lebih Berat, Sampai Sulit Tidur
• 37 menit laludisway.id
thumb
1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Selama Arus Mudik 2026, H-3 Lebaran Catat Rekor
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
103 Warga Binaan Rutan Pinrang Terima Remisi Idulfitri, Satu Orang Langsung Bebas
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Bupati Tapanuli Tengah Targetkan Percepatan Pembukaan Akses Jalan di Desa Terdampak Bencana
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Michael Bambang Hartono Arsitek Ekspansi Djarum hingga BCA Tutup Usia
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.