Pantau - Pemerintah Kabupaten Simeulue di Provinsi Aceh menerima bantuan 15 ekor sapi senilai Rp250 juta dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung tradisi meugang Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Distribusi Bantuan ke Sepuluh KecamatanBupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris menyampaikan bantuan tersebut didistribusikan ke sepuluh kecamatan di wilayah kepulauan tersebut.
Ia mengungkapkan, "Pemkab Simeulue menerima bantuan sapi tradisi meugang untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Presiden juga membantu sapi pada tradisi meugang Ramadhan 1447 Hijriah."
Sebanyak dua ekor sapi masing-masing disalurkan ke Kecamatan Teupah Selatan, Simeulue Timur, Simeulue Tengah, Simeulue Barat, dan Salang.
Sementara itu, masing-masing satu ekor sapi diberikan kepada Kecamatan Teupah Tengah, Teupah Barat, Simeulue Cut, Teluk Dalam, dan Alafan.
Bupati mengingatkan pemerintah kecamatan agar daging sapi tersebut dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Ia menegaskan, "Kami mengingatkan kepada pemerintah kecamatan agar membagikan daging sapi bantuan Presiden ini kepada masyarakat yang berhak menerima."
Tradisi Meugang dan Dampaknya bagi MasyarakatCamat Simeulue Timur Ali Afwan menyampaikan bahwa bantuan sapi tersebut akan disalurkan dalam bentuk daging kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bantuan ini membantu meringankan beban masyarakat dalam memperoleh daging saat tradisi meugang Idul Fitri.
Ia mengatakan, "Bantuan sapi dari Presiden ini membantu meringankan beban masyarakat mendapatkan daging saat tradisi meugang Idul Fitri. Kami atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Presiden."
Tradisi meugang merupakan kebiasaan masyarakat Aceh menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha dengan membeli serta mengonsumsi daging dalam jumlah lebih banyak dibanding hari biasa.
Tradisi tersebut telah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh terutama pada era Sultan Iskandar Muda.
Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh yang berada di Samudra Hindia dengan jarak sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.
Wilayah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999 dan terdiri dari 10 kecamatan serta 138 gampong dengan jumlah penduduk sekitar 96 ribu jiwa.




