JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek terpantau lengang pada H-1 Lebaran, Jumat (20/3/2026). Meski demikian, layanan kereta tetap beroperasi normal sebanyak 1.065 perjalanan di seluruh lintas Jabodetabek untuk mendukung mobilitas masyarakat yang masih beraktivitas di ibu kota.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, hingga pukul 15.00 WIB, total volume pengguna Commuter Line Jabodetabek tercatat sebanyak 170.485 orang.
Baca juga: Korlantas Polri Resmi Hentikan One Way Nasional Arus Mudik 2026 Hari Ini
Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya pada awal masa cuti bersama.
“Volume pengguna tersebut mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya pada awal cuti bersama. Penurunan ini dipengaruhi oleh masa cuti bersama dan arus mudik Lebaran yang sudah dilakukan pemudik lokal sejak beberapa hari lalu,” ujar Karina saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Stasiun Bogor dan Tanah Abang Masih TertinggiBerdasarkan data KAI Commuter, sejumlah stasiun masih mencatatkan volume pengguna tertinggi meski situasi umum cenderung sepi.
Stasiun Bogor melayani 12.210 orang, disusul Stasiun Tanah Abang sebanyak 8.557 orang, dan Stasiun Sudirman sebanyak 6.064 orang.
Sementara itu, layanan Commuter Line Basoetta (Bandara Soekarno-Hatta) mencatatkan 3.015 pengguna.
Tingginya angka menuju bandara ini seiring dengan meningkatnya minat masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui transportasi udara pada puncak arus mudik tahun ini.
Untuk layanan Commuter Line Merak, tercatat sebanyak 5.127 pengguna dengan titik terpadat di Stasiun Rangkasbitung.
Karina menambahkan, saat ini perjalanan Commuter Line Merak masih melayani relasi Rangkasbitung–Cilegon, di mana penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak menggunakan shuttle gratis.
Baca juga: Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul H-1 Lebaran
Kondisi lengang ini turut dirasakan langsung oleh penumpang di Stasiun Manggarai yang biasanya padat.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak adanya antrean panjang di gate tiket maupun aksi dorong-dorongan di peron saat kereta tiba.
Seorang penumpang asal Tebet, Rahmi (32), mengaku kondisi ini membuat perjalanan terasa jauh lebih nyaman.
“Sekarang jadi lebih enak, tidak perlu desak-desakan dan bisa jalan santai,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Rizal (29), warga Matraman, yang merasa tidak perlu berebut masuk ke dalam gerbong kereta karena saking longgarnya kapasitas muat saat ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




