Diduga Dipicu Remaja Main Petasan, Pabrik Plastik di Rawa Buaya Hangus Terbakar

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, CENGKARENG - Sebuah pabrik plastik yang terletak di Jalan Bojong Raya No.26, RT 05/RW04 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, ludes terbakar, pada Jumat (20/3/2026) dini hari.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang awalnya diduga disebabkan oleh tembakan petasan.

BACA JUGA: Korsleting, Pabrik Terbakar

"Masih dalam penyelidikan, karena diduga anak-anak sekitar bangunin sahur menggunakan petasan. Jadi masih kami lidik," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.

Parman pun membenarkan bahwa warga sekitar serta sekuriti pabrik telah mengimbau para remaja untuk tidak menyalakan petasan di sekitar lokasi tersebut.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat, Pabrik Plastik di Cibolerang Bandung Ludes Terbakar 

"Sudah diimbau oleh warga sekitar dan sekuriti supaya jangan menggunakan petasan atau kembang api saat bangunin sahur," kata Parman.

Namun demikian, penyebab pasti kebakaran tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA: Pabrik Plastik di Bekasi Terbakar, Sudah 12 Jam Belum Padam

"Itu masih diduga ya (disebabkan tembakan petasan). Kita harus lakukan penyelidikan supaya jelas," tuturnya.

Hingga kini pihak pabrik pun belum membuat laporan polisi terkait insiden kebakaran itu. "Belum ada," katanya.

Sebelumnya, kebakaran yang melanda pabrik plastik di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat dini hari, diduga dilempari petasan oleh sekelompok remaja.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, berdasarkan pengakuan sekuriti di lokasi, petasan itu dilemparkan sekelompok remaja.

"Sementara diduga karena percikan petasan. Sekitar pukul 03.23 WIB, menurut penuturan sekuriti, pada awal kejadian, terdapat remaja bermain petasan," kata Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta.

Para remaja nakal itu sempat dilarang oleh petugas sekuriti. Namun larangan itu membuat mereka semakin menjadi-jadi.

"Sempat ditegur oleh sekuriti PT yang persis bersebelahan dengan TKP. Namun para remaja tidak terima dan semakin intens memasang petasan di sekitar area tersebut," tutur Syaiful.

Akibatnya, salah satu petasan masuk ke dalam pabrik plastik dan membakar isi pabrik tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua PP Muhammadiyah: Perbedaan Lebaran Bukan Tak Taat pada Pemerintah
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Opsi Impor Minyak dari Rusia Dinilai Positif karena Lebih Dekat dan Murah
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Seskab: Presiden instruksikan efisiensi energi pada sektor spesifik
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Jatim imbau warga tidak lakukan takbir keliling di jalan raya
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Lebaran 2026, Prabowo Bakal Takbiran di Sumatera Utara dan Salat Ied di Aceh
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.