Opsi Impor Minyak dari Rusia Dinilai Positif karena Lebih Dekat dan Murah

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah membuka opsi impor minyak dari semua negara, termasuk Rusia. Impor minyak dari Rusia dinilai bisa lebih menguntungkan karena aspek harga.

Pengamat energi, Tumbur Parlindungan menilai harga bisa lebih murah karena alasan jarak.

“Plusnya mungkin harga lebih murah dibandingkan dari US dan transports mungkin lebih dekat ke Asia,” kata Tumbur kepada kumparan, Kamis (19/3).

Dari segi jarak, memang jika impor dilakukan dari Amerika Serikat (AS) jarak lebih jauh. Selain itu, Tumbur melihat nantinya minyak dari Rusia juga bisa diolah agar menghasilkan jenis minyak yang sama dengan minyak dari AS.

“Transportation dari US cukup jauh ke Asia, mungkin lebih baik dari Rusia. Mengenai jenis minyak crude mungkin ada perbedaan tapi bisa di blending dengan minyak lain yang menghasilkan minyak yang jenisnya sama dengan US,” ujarnya.

Ia juga belum melihat dampak negatif jika Indonesia melakukan impor minyak dari Rusia. Alih-alih berdampak buruk, menurutnya dibukanya keran impor dari Rusia bisa mengurangi tekanan terhadap harga minyak dunia.

Pengamat energi, Bisman Bakhtiar juga melihat impor minyak dari Rusia akan lebih murah. Meski demikian, ia tak menampik risiko sanksi masih ada.

“Kalau secara umum, impor dari Rusia akan lebih murah krn bisa ada diskon geopolitik, tetapi memang memiliki risiko sanksi, pembiayaan, dan kepatuhan. Kalau dari AS menawarkan kepastian hukum dan stabilitas, namun pasti dengan harga lebih tinggi dan spesifikasi crude belum tentu semua sesuai dengan kilang Indonesia,” kata Bisman.

Serupa, ia juga menjelaskan bahwa impor dari Rusia memang secara jarak lebih dekat dan bisa lebih menguntungkan ketimbang impor dari AS.

“Jika kita bandingkan dengan dari AS, impor dari Rusia dalam jangka pendek akan lebih menguntungkan secara ekonomi karena harga lebih murah. Sebaliknya jika impor dari AS memang lebih mahal tetapi memberi manfaat strategis dalam hubungan dagang bilateral, termasuk menjaga neraca perdagangan sesuai ART,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi impor minyak mentah dari semua negara termasuk dari Rusia. Hal ini merupakan respons atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

“Kenapa tidak? (dari Rusia), Amerika saja sekarang sudah membuka untuk Rusia,” kata Bahlil usai melepas rombongan mudik sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3).

Menurut Bahlil, saat ini yang terpenting adalah ketersediaan stok serta persoalan harga yang harus kompetitif.

“Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[Dinamika Washington] NATO Menolak Melindungi Selat, Trump : Kesalahan Bodoh
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
MUI Tiba-tiba Beri Kartu Kuning untuk Anwar Sanjaya, Minta sang Presenter Dapat Sanksi Tegas, Ada Apa?
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Sindiran Presiden Prabowo Untuk Pejabat Daerah
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Netflix Umumkan Pemain Serial Live Action Scooby Doo, Mckenna Grace Jadi Daphne
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
16 Napi Hindu di Jateng Dapat Remisi Nyepi 2026
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.