Prajurit Cadangan Israel Bocorkan Rahasia Rudal dan Sistem Pertahanan Udara Mereka ke Iran

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TEL AVIV—Seorang prajurit cadangan Israel yang bekerja di sistem pertahanan udara Iron Dome ditangkap karena dicurigai membocorkan rahasia kepada Iran.

Raz Cohen, 26, diduga dibayar untuk menyampaikan informasi keamanan sensitif saat bekerja di perisai rudal Israel yang terkenal.

Penangkapannya diumumkan pada hari Jumat, hampir tiga minggu setelah perang udara AS dan Israel dengan Iran, oleh dinas keamanan Shin Bet Israel dan unit polisi khusus bernama Lahav 433.

Mereka mengatakan bahwa Cohen, yang tinggal di Yerusalem, dicurigai bekerja sama dengan agen intelijen Iran selama beberapa bulan dan melakukan tugas-tugas terkait keamanan di bawah arahan mereka.

Ini termasuk transfer informasi keamanan sensitif yang ia terima dalam kerangka jabatannya.

“Investigasi lebih lanjut menemukan bahwa tersangka menyadari bahwa kontak tersebut dilakukan oleh unsur-unsur Iran dan menerima kompensasi finansial sebagai imbalannya,” demikian pernyataan mereka dikutip dari The National.

Sistem Iron Dome mencegat roket jarak pendek yang ditembakkan ke Israel, misalnya oleh Hizbullah di Lebanon. Israel juga memiliki sistem yang disebut Arrow dan David’s Sling untuk menembak jatuh rudal jarak jauh dan rudal balistik.

Dakwaan terhadap Cohen diajukan pada hari Jumat. Pihak berwenang mengatakan musuh Israel berupaya merekrut mata-mata selama perang saat ini, termasuk melalui media sosial.

Israel melakukan hal yang sama di Iran dan Lebanon. Badan intelijen Mossad telah membuat saluran berbahasa Farsi yang mengundang warga Iran untuk berbagi gambar.

Perangkat lunak mata-mata Israel dikreditkan dengan menentukan lokasi Ayatollah Ali Khamenei sebelum pemimpin tertinggi Iran tersebut dibunuh pada hari pertama perang. Di Lebanon, kecurigaan telah muncul terkait aplikasi telepon yang dikembangkan oleh perusahaan Israel.

Kementerian Intelijen Iran pada hari Kamis mengumumkan penangkapan 97 “tentara bayaran yang direkrut Israel”, dalam salah satu operasi terbesar mereka terhadap terduga mata-mata.

Orang-orang yang dihukum karena spionase untuk AS dan Israel sering dieksekusi di Iran.

Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, yang telah mengawasi upaya untuk melawan kehadiran Israel, dibunuh dalam serangan Israel minggu ini. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditanya Wartawan Jepang soal Serangan ke Iran, Trump Ungkit Pearl Harbor
• 22 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Buka Peluang Cabut dari BoP
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus
• 6 jam laludetik.com
thumb
Tekan Sampah Lebaran, Bupati Sumenep Terbitkan Surat Edaran
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Takbiran di Car Free Night Bundaran HI, Hujan Tak Surutkan Antusias Warga
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.