Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID- Mudik telah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri. Tidak afdhol rasanya momen Lebaran tanpa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Kerinduan semacam ini pula yang dialami Pandu Dewa Putra, guru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 12 Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Pria berusia 26 tahun asal Batam itu sangat antusias untuk mudik agar dapat berlebaran bersama keluarga.

Maklum saja sejak pertama kali bertugas di Kepulauan Anambas dia belum pernah pulang kampung sama sekali.

Dewa, sapaan akrabnya juga mengatakan, ada perbedaan yang ia rasakan dalam mudik kali ini dibandingkan dengan mudik pada tahun-tahun sebelumnya.

"Perbandingannya sangat kontras. Ini jadi mudik saya yang pertama saat sudah bekerja," kata Dewa saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Dewa mengungkapkan, menjadi guru bimbingan konseling di SRT 12 Kepulauan Anambas merupakan pekerjaan pertamanya sejak ia lulus kuliah.

Sebelum bergabung di Sekolah Rakyat, dia sempat melamar pekerjaan sebagai guru di beberapa sekolah swasta di Batam dan membuka les privat di rumahnya.

Les privat yang diberikan Dewa menyasar anak-anak jenjang SD dan SMA yang ada di sekitar rumahnya. "Ngajar yang paling dasar, kayak membaca, menghitung," ujarnya.

Setelah mendengar adanya lowongan pendaftaran sebagai guru di Sekolah Rakyat, ia pun mencoba peruntungannya. Usahanya membuahkan hasil.

Dia lolos menjadi guru bimbingan konseling dengan penempatan di SRT 12 Kepulauan Anambas.

Dewa menjelaskan, alasannya ikut mendaftar sebagai guru di Sekolah Rakyat karena program pendidikan gratis ini bertujuan membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ia ingin ikut terlibat dalam proses tersebut.

Pria lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta itu pun mengaku, mudik tahun ini terasa berbeda karena dirinya lebih bersemangat untuk pulang kampung.

Dewa bercerita, letak geografis Kepulauan Anambas yang sebagian besar dikelilingi oleh lautan, membuatnya sempat kesulitan mendapatkan tiket pulang ke Batam.

Awalnya, ia mencoba membeli tiket kapal Pelni, tetapi tidak ada waktu keberangkatan yang dirasa cocok.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lebaran, Terminal Kampung Melayu Disulap Jadi Lokasi Salat Id
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Kapolri Pantau Malam Takbiran dari Medan, Pastikan Idul Fitri Nasional Kondusif
• 57 menit laludetik.com
thumb
Jadwal Salat Idul Fitri 21 Maret 2026 di Masjid Istiqlal dan Balai Kota Jakarta
• 7 jam laludetik.com
thumb
Masih Bisa Bayar Zakat Fitrah, Ini Bacaan Niatnya Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump: Amerika Serikat Tak Akan Kirim Pasukan ke Iran
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.