JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, petugas gabungan membersihkan area Terminal Kampung Melayu, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (19/3/2026) malam.
Pembersihan ini dilakukan sebagai persiapan lokasi pelaksanaan Salat Id yang akan digelar pada Sabtu (21/3/2026).
Sebanyak 105 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Area terminal tersebut diproyeksikan dapat menampung hingga ratusan jemaah.
Lurah Bidara Cina, Suhartono, mengatakan pembersihan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kenyamanan warga saat beribadah.
“Hadir dalam kegiatan ini sebanyak 105 orang, terdiri dari unsur PPSU, Damkar Sektor Jatinegara, Dishub, FKDM, Satpol PP, jajaran Polsek dan Koramil, serta para ketua RT dan RW,” ujar Suhartono dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Curhat Driver Ojol H-1 Lebaran di Jakarta: 5 Jam Narik Baru Dapat 3 Penumpang
Rekayasa Lalu Lintas Saat PelaksanaanSebelum proses pembersihan, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur terlebih dahulu melakukan penyemprotan menggunakan air bertekanan tinggi.
Setelah itu, petugas lain melanjutkan dengan menggosok area terminal agar lebih bersih.
“Lokasi ini nantinya digunakan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri bagi warga RW 01 Bidara Cina dan sekitarnya. Bisa menampung sampai 700 orang, panitia pelaksana dari Musala Al Islah,” kata Suhartono.
Suhartono menambahkan, saat pelaksanaan Salat Id, sejumlah petugas dari Satuan Pelaksana Suku Dinas Perhubungan Jatinegara akan disiagakan untuk membantu mengurai arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Petugas akan membantu pihak panitia dari unsur RT, RW, LMK, FKDM,” ujarnya.
Baca juga: Detik-detik Minibus Tabrak Tempat Makan di Gading Serpong, Sejumlah Pengunjung Terluka
1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026Sebelumnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, posisi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
“Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria MABIMS,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers.
Berdasarkan hasil pemantauan di 117 titik di seluruh Indonesia, tidak ada satu pun laporan hilal terlihat, sehingga disepakati bahwa 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




