Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengimbau warga agar tidak bermain petasan selama pelaksanaan malam takbiran atau libur Lebaran menyusul pabrik plastik di Jalan Bojong Raya, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat yang terbakar, Jumat dini hari, diduga akibat tembakan petasan.
"Kita harapkan tidak ada warga yang bermain petasan sembarangan. Dan ini menjadi bukti bahwa hal ini juga berbahaya," kata Iin kepada wartawan usai pelaksanaan apel siaga takbiran di halaman kantor Wali Kota Jakbar, Jumat sore.
Menurut dia, arus pendek listrik, tembakan petasan juga berisiko kebakaran, sehingga perlu dihindari.
"Faktor kebakaran bisa dipicu oleh banyak hal, diantaranya korsleting listrik, kemudian juga tadi ada dampak dari mungkin ketidaksengajaan tapi mungkin juga hal-hal yang negatif yang dilakukan terkait dengan petasan atau bahan berbahaya lainnya," tuturnya.
Iin meminta agar masyarakat menjaga suasana kedamaian pada saat Idul Fitri. "Kita harap warga jangan melakukan itu karena kita juga sama-sama menjaga suasana Idul Fitri, yang tentu kita harapkan bisa terjaga dengan baik dan tidak ada hal-hal mengenai masalah kebakaran," katanya.
Baca juga: Pabrik plastik di Cengkareng terbakar diduga akibat akibat petasan
Baca juga: Polisi usut penyebab kebakaran pabrik plastik di Cengkareng
Sebelumnya, kebakaran yang melanda pabrik plastik di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat dini hari, diduga akibat dilempari petasan oleh sekelompok remaja.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, berdasarkan pengakuan sekuriti di lokasi, petasan itu dilemparkan sekelompok remaja.
"Sementara diduga karena percikan petasan. Sekitar pukul 03.23 WIB, menurut penuturan sekuriti, pada awal kejadian, terdapat remaja bermain petasan," kata Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta.
Para remaja nakal itu sempat dilarang oleh petugas sekuriti. Namun larangan itu membuat mereka semakin menjadi-jadi.
"Sempat ditegur oleh sekuriti PT yang persis bersebelahan dengan TKP. Namun para remaja tidak terima dan semakin intens memasang petasan di sekitar area tersebut," tutur Syaiful.
Akibatnya, salah satu petasan masuk ke dalam pabrik plastik dan membakar isi pabrik tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.
"Kita harapkan tidak ada warga yang bermain petasan sembarangan. Dan ini menjadi bukti bahwa hal ini juga berbahaya," kata Iin kepada wartawan usai pelaksanaan apel siaga takbiran di halaman kantor Wali Kota Jakbar, Jumat sore.
Menurut dia, arus pendek listrik, tembakan petasan juga berisiko kebakaran, sehingga perlu dihindari.
"Faktor kebakaran bisa dipicu oleh banyak hal, diantaranya korsleting listrik, kemudian juga tadi ada dampak dari mungkin ketidaksengajaan tapi mungkin juga hal-hal yang negatif yang dilakukan terkait dengan petasan atau bahan berbahaya lainnya," tuturnya.
Iin meminta agar masyarakat menjaga suasana kedamaian pada saat Idul Fitri. "Kita harap warga jangan melakukan itu karena kita juga sama-sama menjaga suasana Idul Fitri, yang tentu kita harapkan bisa terjaga dengan baik dan tidak ada hal-hal mengenai masalah kebakaran," katanya.
Baca juga: Pabrik plastik di Cengkareng terbakar diduga akibat akibat petasan
Baca juga: Polisi usut penyebab kebakaran pabrik plastik di Cengkareng
Sebelumnya, kebakaran yang melanda pabrik plastik di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat dini hari, diduga akibat dilempari petasan oleh sekelompok remaja.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, berdasarkan pengakuan sekuriti di lokasi, petasan itu dilemparkan sekelompok remaja.
"Sementara diduga karena percikan petasan. Sekitar pukul 03.23 WIB, menurut penuturan sekuriti, pada awal kejadian, terdapat remaja bermain petasan," kata Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta.
Para remaja nakal itu sempat dilarang oleh petugas sekuriti. Namun larangan itu membuat mereka semakin menjadi-jadi.
"Sempat ditegur oleh sekuriti PT yang persis bersebelahan dengan TKP. Namun para remaja tidak terima dan semakin intens memasang petasan di sekitar area tersebut," tutur Syaiful.
Akibatnya, salah satu petasan masuk ke dalam pabrik plastik dan membakar isi pabrik tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.





