Tak Mudik Lebaran, Mahasiswa Rantau Rayakan Hari Raya Jauh dari Keluarga

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana Lebaran tidak selalu identik dengan tradisi pulang kampung.

Bagi sebagian mahasiswa perantau, momen hari raya dijalani jauh dari keluarga dengan cara sederhana, mulai dari mengisi waktu di kota hingga tetap menjaga komunikasi dengan orang tua di kampung halaman.

Dua mahasiswa rantau asal Palembang yang tinggal di kos di kawasan Depok memilih menghabiskan libur Lebaran dengan berjalan-jalan ke Jakarta.

Salah satu mahasiswa, Dafa (21), mengaku tidak mudik tahun ini karena keterbatasan biaya serta jadwal kuliah yang masih padat menjelang akhir semester.

“Enggak mudik karena lagi hemat juga, terus masih ada urusan kampus. Jadi ya sudah, Lebaran di sini saja,” ujar Dafa saat ditemui Kompas.com di Stasiun Manggarai, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: 3 Tahun Tak Lebaran di Kampung, Novi Nekat Mudik H-1 Demi Keluarga Meski Tiket Melonjak

Dafa mengatakan, ini bukan kali pertama dirinya merayakan Lebaran tanpa pulang ke kampung halaman. Sejak mulai kuliah, ia sudah beberapa kali tidak mudik.

Meski begitu, ia mengakui suasana Lebaran di perantauan terasa berbeda dibandingkan di kampung halaman.

“Pasti beda ya, biasanya ramai sama keluarga. Kalau di sini lebih sepi, tapi ya dicoba dinikmati saja,” katanya.

Untuk mengisi waktu, Dafa bersama temannya memilih berjalan-jalan ke Jakarta. Menurutnya, aktivitas sederhana tersebut cukup membantu mengalihkan rasa rindu terhadap keluarga.

“Paling jalan-jalan, cari suasana baru. Daripada di kos saja, jadi kepikiran terus,” ujarnya.

Baca juga: Curhat Driver Ojol H-1 Lebaran di Jakarta: 5 Jam Narik Baru Dapat 3 Penumpang

Hal senada disampaikan Dika (21), teman satu kosnya. Ia memutuskan tidak mudik karena ingin menghindari kepadatan arus transportasi serta mempertimbangkan biaya perjalanan.

“Kalau mudik kan pasti ramai dan mahal juga. Jadi tahun ini memutuskan di sini saja,” kata Dika.

Meski tidak pulang kampung, Dika tetap menjalankan sejumlah tradisi Lebaran, seperti melaksanakan salat Id dan makan bersama teman-teman sesama perantau di kos.

“Kita tetap salat Id, terus biasanya makan bareng di kos. Sederhana, tapi tetap terasa Lebarannya,” ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Untuk tetap terhubung dengan keluarga, keduanya mengandalkan teknologi komunikasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Sepelekan, Ini Hal Kecil yang Bikin Perubahan Besar dalam Hidup
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Ada Car Free Night Takbiran, Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Pukul 18.00 WIB
• 17 jam laluokezone.com
thumb
KAI Sumut Angkut 11.118 Kiloliter BBM untuk Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Perlintasan RI-Papua Nugini di PLBN Sota Terpantau Normal Jelang Idulfitri, Kesiapsiagaan Diperketat
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Masjid Al-Aqsa Ditutup, Idul Fitri Terkelam Yerusalem
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.