JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengemudi angkot M08 jurusan Tanah Abang–Jakarta Kota mengeluhkan omzet pendapatan yang turun drastis saat libur Lebaran 2026.
Menurut para sopir, selama libur Lebaran hampir tidak ada penumpang yang menggunakan jasa angkot mereka.
Pasalnya, angkot M08 sehari-hari lebih banyak melayani pekerja yang berangkat dari depan Stasiun Tanah Abang menuju kantor di sepanjang Jalan Abdul Muis hingga Harmoni.
“Enggak ada penumpang, Kak. Langsung turun 100 persen. Sejak libur cuti bersama sudah tidak ada penumpang,” ujar salah satu sopir angkot, Johnson (50), di Stasiun Tanah Abang, Jumat (20/3/2026).
“Hari ini yang naik angkot mau wisata ke Kota Tua juga tidak ada,” lanjutnya.
Baca juga: Curhat Driver Ojol H-1 Lebaran di Jakarta: 5 Jam Narik Baru Dapat 3 Penumpang
Karena kondisi tersebut, Johnson dan rekan-rekannya tidak beroperasi sejak Jumat pagi hingga siang.
Ia mengaku baru akan kembali beroperasi selepas waktu Ashar, sementara waktu luang digunakan untuk beristirahat di sekitar stasiun.
Menurut Johnson, keputusan tersebut diambil karena peluang mendapatkan penumpang sangat kecil saat Jakarta sepi.
“Sehari-hari kami narik angkot itu hanya pagi jam 06.00 sampai 10.00 WIB yang pasti ada penumpangnya. Itu pun sekali jalan, belum sampai Jakarta Kota penumpang sudah habis,” ungkapnya.
“Biasanya penumpang turun terakhir di Harmoni dan sekitarnya. Habis itu kosong. Dari kota ke sini juga kosong. Dari siang ke sore banyak kosongnya. Setoran sehari-hari saja tidak tentu bisa nutup,” jelas Johnson.
Baca juga: Jakarta Sepi Jelang Lebaran, Driver Taksi Online Justru Kebanjiran Order
Pertimbangkan Setoran dan Biaya OperasionalSelain itu, operasional angkot membutuhkan bahan bakar minyak (BBM). Menurut Johnson, tetap beroperasi tanpa penumpang justru berpotensi merugi.
“Ketimbang narik hanya dapat satu-dua penumpang lalu balik lagi tanpa penumpang, lebih baik tidak jalan. Bensin tetap jalan, tapi penumpang tidak ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tarif angkot M08 dari Tanah Abang ke Jakarta Kota sebesar Rp 8.000 sekali perjalanan. Namun, penumpang yang turun di kawasan Abdul Muis atau Harmoni biasanya membayar sekitar Rp 5.000.
“Tarifnya sebenarnya Rp 4.000, tapi biasanya penumpang kasih Rp 5.000,” kata Johnson.
Baca juga: Keluh Driver Ojol Jakarta Saat Mudik Lebaran: Order Sepi, Pendapatan Anjlok
Dalam kondisi normal, Johnson bisa melakukan hingga lima kali perjalanan bolak-balik dalam sehari. Dari aktivitas tersebut, pendapatan kotor bisa mencapai sekitar Rp 400.000.





