Aksi Protes Besar-besaran Meletus di Guangdong, Tiongkok, Warga Lempari Polisi Anti-Huru-Hara dengan Batu, Bentrokan Terjadi di Depan Balai Kota

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Dalam beberapa hari terakhir, warga di Xinyi, Maoming, Provinsi Guangdong, Tiongkok menggelar aksi protes massal terhadap rencana pemerintah membangun rumah duka (krematorium) di dekat kawasan permukiman. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar polisi anti-huru-hara untuk menekan aksi tersebut. Warga yang marah membalas dengan melempar telur, batu, dan botol air mineral di depan kantor pemerintah kota. Dilaporkan ada yang terluka dan ditangkap, sementara desa-desa serta jalan-jalan ditutup.

EtIndonesia. Pada 19 Maret 2026, warga Xinyi kembali berkumpul di depan kantor pemerintah kota untuk berunjuk rasa. Video dari lokasi menunjukkan kerumunan besar warga, sementara aparat dengan perlengkapan lengkap dan perisai berjaga di pintu masuk. 

Seorang wanita lansia berambut putih dengan berani melempar telur ke arah polisi, yang langsung disambut sorakan warga. Video lain menunjukkan warga melempar batu ke arah polisi, dan polisi dengan perisai menyerbu massa, memicu bentrokan sengit antara kedua pihak.

Beberapa warganet memuji aksi wanita lansia tersebut sebagai simbol keberanian melawan penindasan.

Para demonstran juga dilaporkan dipukuli oleh polisi yang membawa tongkat listrik. Sejumlah warga desa mengalami luka, dan situasi di lokasi menjadi kacau.

Video lain memperlihatkan polisi anti-huru-hara di atas kendaraan taktis menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan demonstran :  “Jika kalian melempar benda, kamera definisi tinggi kami akan merekam semuanya dengan jelas. Tindakan kalian akan mendapatkan sanksi hukum!”

Pada 16 Maret, pemerintah kota Xinyi mengumumkan proyek pembangunan rumah duka bernama “Taman Yifu Xinyi”. Disebutkan lokasi pembangunan berada di pinggiran kota, di Malutang, dengan radius 500 meter tanpa permukiman. Luas lahan lebih dari 50.000 meter persegi, masa pembangunan dari Maret hingga akhir Desember (sekitar 10 bulan), dengan total investasi mencapai 145 juta yuan.

Namun demikian, pengumuman ini memicu protes dari warga sekitar. Desa terdekat, Wangyong, berjarak sekitar 700 meter dari lokasi proyek, sementara sekolah dasar Wangyong hanya sekitar 600 meter. Selain itu, lokasi tersebut juga dekat dengan sumber air yang digunakan warga.

Seorang warga bernama Li Jun mengungkapkan bahwa sebelumnya pengadaan lahan dilakukan dengan alasan pembangunan jalan, sehingga warga tidak mengetahui adanya rencana pembangunan rumah duka. Baru setelah pengumuman pada 16 Maret, warga mengetahui proyek tersebut, bahkan pondasinya disebut sudah dibangun.

Sejak 17 Maret, warga secara spontan melakukan protes di kantor desa dan pemerintah kota, namun belum ada penyelesaian. Saat ini, video dan informasi dari lokasi disebut telah diblokir, dan warga tidak berani bersuara. Hanya warga perantauan yang mencoba meminta perhatian publik melalui komentar di platform Douyin.

Seorang warga yang berada di luar daerah, Fang Fei, mengatakan berdasarkan informasi dari keluarganya, semua akses masuk ke desa kini ditutup. Untuk masuk harus menunjukkan identitas, dan jalan menuju kantor pemerintah juga diblokir. Ia menambahkan:  “Bahkan dua desa di sekitar mengalami pemadaman listrik, dari pukul 07.00 pagi hingga 22.00 malam.”

Pejabat desa juga diperingatkan untuk tidak ikut serta dalam aksi protes.

Li Jun juga menyebutkan bahwa informasi mengenai bentrokan telah diblokir, dan video tidak dapat lagi disebarkan.

Fang Fei menambahkan bahwa kekhawatiran warga bukan hanya soal pencemaran lingkungan, tetapi juga dampak psikologis karena pembangunan rumah duka di dekat kawasan padat penduduk. Proyek ini sebelumnya juga ditolak di berbagai lokasi lain, dan warga tidak menyangka akhirnya dipilih di dekat tempat tinggal mereka sendiri.

Dilaporkan oleh Hong Yu/Disunting oleh Li Quan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Bandara Narkoba di Bogor, Sembunyikan Sabu 26 Kg di Ban Mobil
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Anti-Gagal! Trik Bangun Pagi Segar saat Lebaran meski Habis Takbiran Semalam
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hari Kedua Tayang, Tak Ada Satu Pun Film Lebaran 2026 Raih 100 Ribu Penonton 
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Rusia Berencana Bangun PLTN di Bulan dalam 5–7 Tahun ke Depan
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Residivis Pencurian Elektronik Dibekuk Polisi di Minahasa Utara
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.