Pada Kamis (19 Maret), pusat pasokan gas alam cair global di Qatar, kota energi Ras Laffan, diserang rudal Iran, memicu lonjakan harga minyak dan gas. Qatar mengecam keras tindakan Iran dan mengusir personel diplomatik militer Iran. Pada saat yang sama, 12 negara Timur Tengah termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Mesir mengeluarkan pernyataan bersama yang secara tegas mengutuk Iran. Aliansi negara-negara Teluk untuk menghadapi Iran mulai terbentuk.
EtIndonesia. Api besar menerangi langit malam Teluk Persia. Kota industri Ras Laffan di utara Qatar diserang beberapa rudal Iran pada Rabu (18 Maret). Wilayah ini merupakan pusat penting pasokan gas alam cair dunia, sehingga harga energi global langsung melonjak.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyatakan: “Fasilitas ini adalah sumber pendapatan bagi rakyat Qatar. Selain itu, serangan kemarin juga berdampak pada jutaan orang yang sedang dibantu oleh Qatar.”
Ia mengecam serangan Iran terhadap fasilitas energi tersebut sebagai eskalasi yang sangat berbahaya. Kementerian Luar Negeri Qatar juga memerintahkan atase militer dan keamanan dari Kedutaan Besar Iran untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.
Iran menyatakan bahwa serangan ini merupakan balasan atas serangan udara Israel terhadap ladang gas raksasa “South Pars” di Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu malam mengeluarkan ultimatum kepada Teheran, menyatakan bahwa Israel tidak akan lagi menyerang ladang gas South Pars. Namun, jika Iran terus menyerang fasilitas gas Qatar, Amerika Serikat akan segera bertindak dan menghancurkan ladang gas utama Iran tersebut dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain Qatar, fasilitas energi di Israel, Kuwait, dan Uni Emirat Arab juga menjadi sasaran serangan Iran. Sebuah depot bahan bakar pesawat di Arab Saudi terkena serangan drone dan meledak hebat. Arab Saudi juga berhasil mencegat dan menghancurkan empat rudal balistik Iran yang diarahkan ke ibu kota Riyadh.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, mengatakan: “Ini dengan jelas menunjukkan sikap Iran terhadap diplomasi. Mereka tidak percaya pada dialog dengan negara tetangga, melainkan mencoba menekan. Saya bisa mengatakan dengan tegas, itu tidak akan berhasil. Kerajaan Arab Saudi tidak akan tunduk pada tekanan.”
Arab Saudi menegaskan bahwa mereka mempertahankan hak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Pada Kamis, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Kuwait, Turkiye, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Arab serta Islam lainnya—total 12 negara—mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut Iran segera menghentikan serangan serta menghindari tindakan yang dapat mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz maupun keamanan maritim di Selat Bab el-Mandeb.
Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.





