REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-Presiden AS Donald Trump meminta sekutunya di Uni Eropa untuk turut serta dalam upaya mencabut blokade yang diberlakukan Iran di Selat Hormuz sebagai balasan atas perang AS-Israel terhadap Iran, namun pihak Eropa menolak untuk membantu mengamankan jalur vital bagi perekonomian global tersebut.
New York Times mengatakan, sikap Eropa yang menolak membantu AS dalam mencabut blokade di Selat Hormuz memiliki dasar hukum, militer, dan ekonomi. Surat kabar tersebut merinci alasan-alasan tersebut sebagai berikut:
Baca Juga
Lihat Kerusakan Fatal Akibat Rudal Hizbullah yang Sukses Hancurkan Nahariya Israel
Eks Elite Intelijen Scott Ritter: AS Salah Perhitungan Fatal Perangi Iran dan Telah Gagal
Eksklusif ke Aljazeera, Ini Faktor yang Membuat Iran tak akan Hentikan Perang
1. Para pemimpin Eropa tidak pernah ingin memulai perang melawan Iran, dan karenanya tidak ingin terlibat di dalamnya karena Washington tidak berkonsultasi dengan mereka mengenai hal tersebut.
Ternyata, yang diinginkan Trump hanyalah penggunaan pangkalan militer, dan respons negara-negara Eropa dalam membuka pangkalan mereka bagi Amerika bervariasi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
2.Orang-orang Eropa membenarkan penolakan mereka terhadap permintaan AS dengan mengatakan bahwa hal itu bukan bagian dari tugas NATO.
Trump mendasarkan permintaannya pada piagam aliansi yang mewajibkan anggotanya untuk memberikan bantuan' kepada AS jika negara itu diserang.
Namun, pihak Eropa menanggapi dengan mengatakan ini bukanlah cara kerja NATO", yang secara tradisional tidak campur tangan dalam urusan Timur Tengah, dan tidak ikut serta dalam serangan preventif yang mungkin dilancarkan anggotanya terhadap musuh-musuh mereka.
3. Selain itu, penolakan pihak Eropa didasari keyakinan bahwa langkah tersebut mungkin tidak akan berhasil, karena navigasi di Selat Hormuz sangat rentan dan berbahaya, mengingat Angkatan Laut AS sendiri tidak mampu menghilangkan ancaman Iran di jalur tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)