Kepolisian mencatat tren positif selama arus mudik Lebaran 2026 dengan penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, angka fatalitas korban meninggal dunia juga mengalami penurunan signifikan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan, capaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan di lapangan.
“kamseltibcarlantas kami laporkan bahwa peristiwa kecelakaan ada penurunan, dari peristiwa jumlah kecelakaan itu turun 3,12%,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (20/3).
Agus juga menjelaskan dibandingkan tahun 2025 terkait jumlah fatalitas korban mengalami penurunan 24,68%.
“Peristiwa fatalitas korban, korban meninggal dunia dibandingkan tahun 2025 ada penurunan 24,68%. Ini tentunya berkat kita semuanya untuk hadir di lapangan, pospam, pos pengamanan, pos terpadu,” ujarnya
Penurunan ini terjadi di tengah tingginya volume kendaraan saat mudik. Pada puncak arus mudik 18 Maret, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta bahkan menembus lebih dari 270 ribu unit dalam sehari.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Korlantas menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, mulai dari contraflow hingga pengaturan di ruas Tol Trans Jawa. Langkah ini dinilai efektif menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus menekan angka kecelakaan.
Ke depan, kepolisian bersama instansi terkait akan menerapkan strategi serupa saat arus balik, termasuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan di titik-titik rawan, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan terkendali.





