Gedung Putih: AS Bisa Kuasai Pulau Kharg Kapan Saja Jika Trump Beri Perintah

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) sesumbar bisa menguasai pulau Kharg di Iran kapan saja mereka mau. Gedung Putih menyebut militer AS tinggal menunggu perintah dari Presiden AS Donald Trump jika ingin menguasai pusat minyak milik Iran itu.

"Militer Amerika Serikat dapat menguasai Pulau Kharg kapan saja jika Presiden memberi perintah," tulis Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026).

"Berkat proses perencanaan yang terperinci, seluruh pemerintahan telah dan siap untuk setiap potensi tindakan yang diambil oleh rezim teroris Iran," tambah Kelly.

Baca juga: Jokes Trump soal Pearl Harbor Bikin Raut Muka PM Jepang Berubah

Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana untuk menduduki atau memblokade Pulau Kharg di Iran. Pendudukan Pulau Kharg untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.

"Kita butuh sekitar satu bulan untuk lebih melemahkan Iran dengan serangan, merebut pulau itu, dan kemudian mengendalikan mereka dan menggunakannya untuk negosiasi," kata salah satu sumber, menurut laporan media AS Axios, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (20/3).

Serangan AS dan Israel di pulau itu, pusat ekspor minyak Iran yang berjumlah 90%, menargetkan instalasi militer; namun, invasi darat menempatkan pasukan AS dalam jangkauan serangan Iran.

Baca juga: Trump Disebut Ingin Duduki Pulau Kharg untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Militer AS telah menyetujui pengerahan pasukan tambahan ke wilayah tersebut di tengah perang melawan Iran. "Jika [Trump] memutuskan untuk melakukan invasi pantai, itu akan terjadi. Tetapi keputusan itu belum dibuat," kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada Axios, mengenai rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump sebelumnya mengatakan militer AS telah membombardir target militer di Pulau Kharg Iran, yang menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran. Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak pulau tersebut.

"Komando Pusat Amerika Serikat melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran, Pulau Kharg," kata Trump di media sosial, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3).




(ygs/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Akui Penanganan Arus Mudik Tahun Ini Berbeda
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Uang THR Masih Sisa? Cermati Saham Berkualitas Ini buat Investasi Jangka Panjang
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Jangan Sampai Dehidrasi, Pastikan Stok Minuman Tersedia Selama Mudik
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo: Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Apa Rencana Pemerintah Menghemat BBM di Tengah Krisis Suplai Energi?
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.