Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas Antam ukuran 1 gram dan harga buyback emas Antam pada Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 hari ini Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan data Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp2.893.000 pada hari ini Sabtu (21/3/2026). Posisi itu tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback emas Antam juga tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Harga acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram itu dibanderol Rp2.610.000 pada Sabtu (21/3/2026).
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Baca Juga
- Harga Emas Anjlok Saat Lebaran 2026, Segini Cuan Jual
- Alarm Pergerakan Harga Emas Jelang Lebaran 2026
- Harga Buyback Emas Antam Turun Rp55.000 Hari Ini Jumat (20/3)
Adapun, harga buyback emas Antam bergerak mengikuti harga emas di pasar spot.
Dilansir dari Bloomberg Sabtu (21/3/2026), harga emas di pasar spot mengalami koreksi 3,1% ke US$4.508,96 pada Jumat (20/3/2026) waktu setempat. Penurunan ini menambah panjang catatan koreksi menjadi delapan sesi secara beruntun.
Emas yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai juga mencatat penurunan setiap pekan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran bulan lalu.
Penurunan ini terjadi seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) dan penguatan dolar AS, serta aksi jual emas oleh investor untuk menutup kerugian di aset lain. Selain itu, exchange-traded funds (ETF) berbasis emas juga mencatat arus keluar.
“Jangan membeli saat harga turun — volatilitasnya masih terlalu tinggi,” kata Robert Gottlieb, mantan trader logam mulia di JPMorgan Chase & Co. yang kini menjadi komentator pasar independen.
Dia menambahkan bahwa selama volatilitas belum mereda dan harga belum menunjukkan konsolidasi, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.





