Jakarta: Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin merespons wacana pemerintah terkait efisiensi anggaran. Dia meyakini pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap di bawah 3 persen itu melalui kajian matang.
“Kalau dari kami pasti presiden atau eksekutif dalam hal ini kan pasti sudah punya kajian, punya hitung-hitungan,” kata Sultan saat ditemui usai melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, Sabtu, 21 Maret 2026.
Senator asal Bengkulu itu menegaskan, kebijakan terkait anggaran, termasuk komponen seperti gaji, telah diatur dalam regulasi yang berlaku. Sehingga tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Baca Juga :
Efisiensi Anggaran, Purbaya Bakal Tentukan Persentase PotonganIlustrasi anggaran. Foto: MI/Pius Erlangga.
Menurut Sultan, DPD pada prinsipnya akan mendukung setiap langkah pemerintah. Asal kebijakan tersebut ditujukan untuk kepentingan bangsa.
"Jadi prinsipnya kita ya sepanjang itu memang yang terbaik yang dilakukan oleh negara untuk oleh pemerintah untuk bangsa kita ya pasti semua akan ikut,” ungkap Sultan.
Pemerintah saat ini masih mengkaji skema efisiensi anggaran sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global. DPD berharap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan keberlanjutan program prioritas serta tidak mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat.




