Deli Serdang (ANTARA) - Khatib Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Bola Kaki Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Dr Al Ahyu MA mengajak masyarakat untuk memperkuat tiga dimensi kehidupan, yakni spiritual, sosial, dan empati.
"Dalam dimensi spiritual, masyarakat diharapkan tetap memakmurkan masjid dan menjaga ibadah," katanya di Deli Serdang, Sabtu.
Sementara dalam dimensi sosial, kata dia, Idul Fitri menjadi momentum mempererat silaturahim di tengah keberagaman.
"Sedangkan dalam dimensi empati, zakat dan kepedulian sosial menjadi wujud nyata kebersamaan," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan hari kemenangan yang harus dimaknai dengan memperkuat keimanan dan ketaqwaan.
Idul Fitri juga menjadi hari kegembiraan. Namun, kegembiraan itu hendaknya tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu.
"Oleh karena itu, zakat fitrah menjadi sarana agar seluruh umat dapat merasakan kebahagiaan di hari yang suci ini," katanya.
Pada Shalat Idul Fitri yang juga dihadiri Bupati Deli Serdang Asri Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, khatib lebih lanjut juga mengingatkan bahwa berakhirnya Ramadhan bukan berarti berakhir pula amal ibadah.
Baca juga: Khatib ajak umat Islam senantiasa doakan Indonesia jauh dari bencana
Justru, bulan suci tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi dalam beribadah pada bulan-bulan berikutnya.
"Ramadhan adalah madrasah bagi kita untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Tanda diterimanya amal ibadah adalah semakin meningkatnya kualitas ibadah setelah Ramadhan," ungkapnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini yang digelar Pemkab Deli Serdang dipusatkan di satu lokasi. Tahun lalu, kegiatan serupa dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Percut Sei Tuan dan Hamparan Perak.
Melalui pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kecamatan diharapkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, kebersamaan, serta semangat religius terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Nurhayati, warga Sei Semayang, menilai Shalat Idul Fitri yang digelar pemerintah daerah di lapangan sepak bola tersebut dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
"Ini menjadi momentum yang sangat baik. Kami bisa merasakan kebersamaan secara langsung dengan pemerintah," tuturnya.
Nurhayati juga berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara bergilir di kecamatan lain agar semakin banyak warga yang merasakan kebersamaan tersebut.
Baca juga: Khatib ajak jamaah maknai Idul Fitri lebih dari sekadar seremoni
“Semoga ke depan bisa merata, agar semua masyarakat merasakan kebersamaan ini," ujarnya.
"Dalam dimensi spiritual, masyarakat diharapkan tetap memakmurkan masjid dan menjaga ibadah," katanya di Deli Serdang, Sabtu.
Sementara dalam dimensi sosial, kata dia, Idul Fitri menjadi momentum mempererat silaturahim di tengah keberagaman.
"Sedangkan dalam dimensi empati, zakat dan kepedulian sosial menjadi wujud nyata kebersamaan," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan hari kemenangan yang harus dimaknai dengan memperkuat keimanan dan ketaqwaan.
Idul Fitri juga menjadi hari kegembiraan. Namun, kegembiraan itu hendaknya tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu.
"Oleh karena itu, zakat fitrah menjadi sarana agar seluruh umat dapat merasakan kebahagiaan di hari yang suci ini," katanya.
Pada Shalat Idul Fitri yang juga dihadiri Bupati Deli Serdang Asri Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, khatib lebih lanjut juga mengingatkan bahwa berakhirnya Ramadhan bukan berarti berakhir pula amal ibadah.
Baca juga: Khatib ajak umat Islam senantiasa doakan Indonesia jauh dari bencana
Justru, bulan suci tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi dalam beribadah pada bulan-bulan berikutnya.
"Ramadhan adalah madrasah bagi kita untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Tanda diterimanya amal ibadah adalah semakin meningkatnya kualitas ibadah setelah Ramadhan," ungkapnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini yang digelar Pemkab Deli Serdang dipusatkan di satu lokasi. Tahun lalu, kegiatan serupa dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Percut Sei Tuan dan Hamparan Perak.
Melalui pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kecamatan diharapkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, kebersamaan, serta semangat religius terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Nurhayati, warga Sei Semayang, menilai Shalat Idul Fitri yang digelar pemerintah daerah di lapangan sepak bola tersebut dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
"Ini menjadi momentum yang sangat baik. Kami bisa merasakan kebersamaan secara langsung dengan pemerintah," tuturnya.
Nurhayati juga berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara bergilir di kecamatan lain agar semakin banyak warga yang merasakan kebersamaan tersebut.
Baca juga: Khatib ajak jamaah maknai Idul Fitri lebih dari sekadar seremoni
“Semoga ke depan bisa merata, agar semua masyarakat merasakan kebersamaan ini," ujarnya.





