Penantian Panjang Melihat Wajah Jakarta dari Balik Museum

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Lima abad Jakarta tersimpan di balik dinding-dinding museum. Apakah museum sudah menjadi jendela untuk melihat wajah kota Jakarta?

Patung Mohammad Husni Thamrin terlihat kokoh dari gerbang masuk. Patung tokoh Betawi itu berdiri tegak di halaman Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).

Ada dua petugas yang berjaga di gerbang masuk. Mereka mengatakan masih menunggu arahan perihal buka atau tutup, karena hari ini bertepatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Namun, keduanya membolehkan untuk melihat-lihat patung MH Thamrin. Pahlawan nasional itu diabadikan dalam posisi memegang buku.

Untuk mengetahui isi museum, anak sekolah cukup membayar tiket masuk Rp 5.000 per orang. Ini berlaku saat hari kerja ataupun pada akhir pekan.

Lain lagi bagi orang dewasa. Pada hari biasa, tarif tiket masuk museum Rp 10.000 dan di akhir pekan Rp 15.000 per orang. Sementara bagi turis dikenai tarif masuk Rp 50.000 per orang.

Dari biaya tersebut, mereka bisa melihat perabot peninggalan keluarga MH Thamrin. Terdapat kursi meja tamu, radio, meja rias, lemari pakaian, dan blangkon gaya Solo.

Ada juga foto-foto dan keterangan tokoh Betawi. Di antaranya musisi Ismail Marzuki dan Entong Gendut pemimpin pemberontakan di Condet melawan Hindia Belanda pada 5 April 1916.

Ada juga Mahbub Djunaidi tokoh Nahdlatul Ulama, pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, dan anggota DPR hasil Pemilu 1955, pahlawan nasional Haji Noer Alie dari Bekasi, hingga Syeikh Usman.

Selain itu, pengunjung bisa melihat perangkat musik Betawi, gambang kromong, dan tanjidor hingga penjelasan kesenian Betawi, seperti tari Cokek dan tari Topeng. Tak ketinggalan poster yang mengisahkan kelompok pergerakan masa kemerdekaan RI.

Akan tetapi, kisah-kisah besar yang ditorehkan para tokoh itu sepertinya belum sepenuhnya tersampaikan. Jumlah yang datang belum terlalu signifikan.

"Masuk 10, 15, 20 orang sudah alhamdulillah," ujar seorang petugas. Angka yang disebut si petugas ialah jumlah pengunjung harian ke Museum MH Thamrin.

Baca JugaJejak Keberanian dan Ketokohan MH Thamrin
Baca JugaWisata Sejarah Jakarta dan Betawi Belum Digarap Optimal
Masalah akses

Salah satu pemicu belum optimalnya kunjungan ke Museum MH Thamrin ialah akses masuk. Jalan Kenari 2, Senen sering macet, baik hari kerja maupun akhir pekan.

Jalan itu cukup dilalui dua mobil. Namun, lajurnya menyempit saat pedagang Pasar Kenari Lama menggelar lapak.

"Banyak kaki lima. Jalan tambah padat. Saya saja butuh 15 menit dari depan ke dalam," kata petugas itu.

Jarak dari jalan besar dekat pasar ke museum sekitar 500 meter. Gubernur Jakarta Pramono Anung, lanjut si petugas, juga terkena macet ketika berkunjung ke museum.

Sempitnya jalan juga tak memungkinkan untuk dilalui bus pariwisata. Adapun jalur alternatif melalui permukiman padat di belakang museum hanya bisa dilewati pengguna sepeda motor.

Jalan ini membelah permukiman warga. Lebarnya kurang dari dua meter.

Masalah akses juga dialami pengunjung Museum Bahari. Sedikitnya 1.000 orang mengunjungi museum di Penjaringan, Jakarta Utara itu setiap akhir pekan.

Untuk ke sana mereka harus menghadapi lalu lalang truk kontainer. Kendaraan yang kerap disebut transformer itu mendominasi arus lalu lintas.

Museum Bahari menyimpan berbagai koleksi sejarah kemaritiman bangsa Indonesia.

Revitalisasi museum

Gubernur Jakarta Pramono Anung menjanjikan komitmen dan dukungan penuh dalam menjaga dan melestarikan budaya Betawi. Satu di antaranya revitalisasi Museum MH Thamrin.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 15 miliar. Revitalisasi disebut tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga meningkatkan fungsi edukasi.

"Perbaikan termasuk jalannya. Menurut saya jalannya sudah enggak pantas (layak) menjadi jalan masuk ke Museum MH Thamrin," ujar Pramono.

Politisi PDI-Perjuangan itu juga ingin destinasi wisata dan sejarah tidak hanya didominasi Monumen Nasional, Ancol Taman Impian, dan Taman Mini Indonesia Indah. Museum MH Thamrin layak mendapatkan penghormatan yang lebih baik.

"Ke depan, museum ini akan menjadi salah satu destinasi wajib bagi pelajar dari berbagai daerah agar mengenal sosok MH Thamrin dan kontribusinya bagi kemerdekaan Indonesia," ucap Pramono.

Baca JugaBagaimana Wajah Jakarta Menyongsong Kota Global?
Baca JugaCerah atau Abu-abu, Wajah Jakarta Menuju Kota Global

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno sebelumnya juga mengutarakan perbaikan akses ke Museum Bahari. Dinas Perhubungan diminta mengatur arus lalu lintas di kawasan museum yang banyak dilalui truk kontainer ke pelabuhan dan pergudangan.

"Supaya kunjungan ke Museum Bahari bisa meningkat. Contohnya mungkin pada hari tertentu, misal, Minggu pagi hanya untuk angkutan umum dan pejalan kaki atau ada hari bebas kendaraan bermotor di sekitar kawasan museum," kata Rano.

Hal tersebut salah satu usaha Pramono-Ramo agar museum bukan hanya menjadi tempat yang kosong. Akan tetapi, warisan sejarah untuk anak cucu.

Museum bukan sekadar ruang penyimpanan. Lebih dari itu, museum sebagai pusat pembelajaran, pertemuan gagasan, dan kolaborasi lintas generasi serta bangsa, khususnya Jakarta pada lima abad di tahun 2027 nanti.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perputaran Uang Lebaran 2026 Tembus Rp 148 T Meski Jumlah Pemudik Turun
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Emiten Portofolio Lo Kheng Hong (ABMM) Raih Laba Rp1,19 Triliun pada 2025
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
SBY dan Keluarga Halalbihalal ke Istana, Disambut Hangat Prabowo
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Bakal Ada Gibran, Intip Persiapan Masjid Istiqlal Gelar Salat Id
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Paradise Indonesia Catat Kenaikan Pendapatan yang Konsisten Lima Tahun Beruntun
• 20 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.