Aktivitas mudik Lebaran 1447 Hijriah menggunakan angkutan laut melalui terminal yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tembus 1 juta lebih penumpang, meningkat 9,39 persen dibanding tahun lalu.
Berdasarkan data Pelindo, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi yang tersibuk dengan melayani 114 ribu lebih penumpang, kemudian disusul Banten dengan 89 ribu orang, Tanjung Balai Karimun 84 ribu orang, Tanjung Pinang 80 ribu orang, serta Balikpapan yang mencatat 69 ribu orang.
Tren kenaikan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang melintasi Pelabuhan yang mencapai 153 ribu unit, naik 22,08 persen dari tahun lalu pada periode yang sama.
Ali Sodikin Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo mengatakan, peningkatan tersebut didorong oleh tingginya aktivitas di berbagai wilayah pelabuhan pada periode mudik Lebatran Idulfitri tahun ini.
“Seluruh personel dan fasilitas di terminal penumpang telah di siagakan 24 jam untuk melayani para pemudik. Kami telah memperkuat layanan operasional, serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak lintas instansi guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi para pemudik,” katanya dalam keterangan yang diterima, pada Sabtu (21/3/2026).
Selain memastikan kelancaran arus penumpang, pihaknya juga berkomitmen menjaga kelancaran arus barang di pelabuhan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Berbagai langkah operasional disiapkan, mulai dari pengelolaan traffic dan kapasitas terminal untuk mengendalikan tingkat penumpukan peti kemas, pengaturan jadwal sandar kapal, hingga optimalisasi layanan operasional terminal agar kegiatan bongkar muat tetap berjalan secara aman dan efisien.
Sebagai bentuk dukungan tambahan terhadap kelancaran arus barang di pelabuhan selama periode Angkutan Lebaran 2026, Pelindo memberikan diskon tarif dasar penumpukan peti kemas sebesar 50 persen pada pelabuhan yang berada dalam cakupan kebijakan SKB pembatasan angkutan barang selama periode Lebaran. Sementara untuk pelabuhan yang berada di luar cakupan kebijakan tersebut, diberikan diskon sebesar 10 persen dari tarif dasar penumpukan peti kemas.
Kemudian, untuk mendukung kelancaran mobilitas kendaraan dan penumpang di lintasan Jawa – Sumatera selama periode mudik, Pelindo juga menetapkan tarif Rp0 untuk pelayanan penyeberangan, meliputi jasa kapal seperti pandu, tunda, dan tambat serta jasa terkait kepelabuhanan seperti tanda masuk atau pas pelabuhan khusus di Pelabuhan Ciwandan.
Pihaknya berharap, kebijakan itu bisa membantu memperlancar arus penyeberangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional kapal penyeberangan selama periode angkutan Lebaran.
“Diharapkan dapat memperlancar pergerakan barang di pelabuhan sehingga stabilitas rantai pasok tetap terjaga selama periode angkutan Lebaran. Dalam pelaksanaannya, kami juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap optimal,” pungkasnya.(ris/faz)




