Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengungkap alasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggelar acara halal bihalal di kantor DPP partai pada Lebaran tahun ini, padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, Megawati selalu menggelar open house di rumahnya.
Kali ini, momen itu digelar di Gedung B DPP PDIP. Kata Hasto, keputusan ini diambil atas pertimbangan kapasitas dan fungsi ruang.
“Sebenarnya Gedung B ini tempat Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan. Ruangannya memang lebih luas untuk momentum halal bihalal ini,” kata Hasto di lokasi, Sabtu (21/3).
Selain faktor ruang, ia menyebut penggunaan gedung tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan perayaan Idul Fitri dengan nilai-nilai kebudayaan nasional.
“Sehingga sekaligus Ibu Mega hadir di Badan Kebudayaan, sehingga tadi juga ditampilkan seperti gamelan dan kemudian beberapa peralatan alat musik,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, dengan lokasi yang lebih luas dan representatif, Megawati dapat lebih leluasa bertemu dengan para tamu yang hadir, termasuk sahabat serta sejumlah perwakilan negara sahabat.
Dalam kesempatan itu, Megawati menerima beberapa duta besar, antara lain dari Iran, Inggris, Palestina, serta wakil duta besar Rusia. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu global, mulai dari geopolitik hingga perubahan iklim.
“Dan dari situlah kemudian disepakati untuk nanti akan dilanjutkan suatu diskusi yang lebih mendalam dengan melibatkan Megawati Institute,” ucap Hasto.
Hasto menegaskan bahwa acara tersebut tidak digelar dalam format open house. Kehadiran para tamu lebih bersifat terbatas dan berlangsung secara informal.
“Ini istilahnya getok tular, dari mulut ke mulut,” pungkas dia.





