JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengaku tak sempat menyampaikan keluhan ke Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno saat menghadiri open house di Gedung Balai Kota, Sabtu (21/3/2026).
Hal tersebut lantaran interaski berlangsung singkat dan hanya sebatas bersalaman.
Salah satu warga asal Kebayoran, Hendrik (35) mengatakan, dirinya sudah datang sejak pukul 12.00 WIB untuk mengantre sebelum acara dimulai.
Baca juga: Bobby Kertanegara Curi Perhatian Saat Halalbihalal di Istana
“Nyampe sini masih sepi. Nunggu sampai jam 13.00 WIB, baru mulai antre,” ujar Hendrik saat ditemui di lokasi, Sabtu.
Ia mengaku posisinya tidak terlalu jauh dari barisan depan. Namun, saat masuk ke dalam, waktu untuk berinteraksi sangat terbatas.
Hendrik mengaku, hanya bisa bersalaman dengan Pramono dan Rano saat masuk ke ruang tamu Gedung Balai Kota.
“Padahal pengen foto sih tapi belum tersampaikan. Sedih, kayak sayang juga sudah ke sini,” kata dia.
Ia juga menyebut situasi di dalam terasa terburu-buru. Meski demikian, ia tetap menyampaikan harapannya terkait perbaikan lalu lintas dan penanganan banjir di Jakarta.
“Semoga lalu lintas Jakarta lancar, terus enggak macet. Terus bebas dari banjir, dan rumah-rumah yang enggak layak bisa diperbaiki,” kata dia.
Baca juga: Canda Gubernur Lemhanas ke Pramono: Jakarta Banjir, Kok Mas Pram Enggak Diserang?
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Karin Eka Dewi Salim (42), yang datang bersama anaknya dari Pramuka, Jakarta Timur.
Ia mengaku juga tidak sempat menyampaikan keluhan secara langsung kepada gubernur.
“Enggak sempat ngobrol. Di dalam itu di-uber-uber, jadi cuma salaman aja,” kata Karin.
Ia mengaku, dirinya sebenarnya ingin menyampaikan keluhan terkait kondisi halte Transjakarta di kawasan Kayu Putih, Pulomas.
Pasalnya, halte tersebut dinilai belum ramah bagi anak-anak karena kondisinya yang mulai rusak.
Baca juga: Open House di Balai Kota, Antrean Warga Mengular hingga Halaman Pendopo
“Itu halte kondisinya kurang nyaman, apalagi buat anak-anak. Lantainya juga sudah mulai rusak,” kata dia.
Oleh sebab itu, ia berharap pihak penyelenggara open house dapat lebih memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, termasuk memperhatikan kelompok rentan seperti ibu dengan anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Kalau bisa ada prioritas, misalnya untuk yang bawa anak kecil atau lansia. Jadi lebih nyaman,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




