EtIndonesia. Amerika Serikat mendakwa tiga orang terkait Super Micro Computer Inc (Supermicro), termasuk salah satu pendirinya Yih-Shyan Liaw dan eksekutif kantor Taiwan Ruei-Tsang Chang, atas dugaan bersekongkol secara ilegal memindahkan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal AS senilai sedikitnya US$2,5 miliar ke Tiongkok. Dakwaan diajukan pada Kamis (19 Maret). Liaw telah ditangkap, sementara Chang masih buron.
Menurut Federal Bureau of Investigation (FBI), Liaw, Chang, dan Ting-Wei Sun diduga bersekongkol menjual server bernilai miliaran dolar kepada pembeli di Tiongkok. Server tersebut mengintegrasikan unit pemrosesan grafis (GPU) sensitif yang berada di bawah pengawasan ketat, sehingga melanggar aturan kontrol ekspor AS. Banyak server AI berperforma tinggi menggunakan chip dari Nvidia.
Jaksa menyatakan bahwa server buatan AS itu awalnya dikirim ke Taiwan, lalu diteruskan ke negara-negara Asia Tenggara, sebelum akhirnya dikemas ulang tanpa label dan dialihkan ke Tiongkok. Cara ini digunakan untuk menghindari pembatasan ekspor chip AI canggih ke Tiongkok yang diberlakukan AS sejak 2022.
Pihak AS juga menuduh para tersangka menggunakan server palsu untuk lolos pemeriksaan kepatuhan, guna menutupi alur pengiriman sebenarnya ke Tiongkok. Rekaman pengawasan menunjukkan pekerja bahkan menggunakan pengering rambut untuk melepas label dan nomor seri dari perangkat asli, lalu menempelkannya pada mesin palsu.
Departemen Kehakiman menyebut metode pengelabuan ini semakin berani. Hanya dalam periode April hingga pertengahan Mei 2025, nilai server yang dialihkan ke Tiongkok sudah melebihi US$500 juta.
Supermicro menyatakan bahwa perusahaan tidak didakwa dalam kasus ini, namun telah bekerja sama dengan penyelidikan dan menghentikan hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat. Setelah kabar ini terungkap, harga saham perusahaan turun 8% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Berdasarkan siaran pers perusahaan tahun 2023, Liaw ikut mendirikan Supermicro pada 1993 dan bergabung kembali dengan dewan direksi pada 2023.
Chang menjabat sebagai wakil manajer di kantor Taiwan, sementara Sun digambarkan oleh Departemen Kehakiman sebagai perantara pihak ketiga dan “koordinator” yang bekerja sama dengan Liaw dan Chang. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





