Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berjanji akan terus menyerang Iran. Pernyataan itu disampaikan usai rudal Iran menghantam tempat fasilitas nuklir Israel.
Netanyahu mengatakan dirinya menghadapi malam yang sangat sulit karena dua serangan rudal langsung di Israel selatan menyebabkan puluhan orang terluka.
"Ini adalah malam yang sangat sulit dalam pertempuran untuk masa depan kita," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Minggu (22/3/2026).
"Kami bertekad untuk terus menyerang musuh kami di semua lini," lanjutnya.
Sebelumnya, militer Israel menyampaikan sebuah rudal Iran telah menghantam Kota Dimona. Lokasi tersebut merupakan tempat fasilitas nuklir berada.
Dilansir AFP, Minggu (22/3/2026) militer Israel mengatakan ada serangan rudal langsung ke sebuah bangunan di kota Dimona yang terletak di gurun Negev tersebut pada Sabtu (21/3) waktu setempat.
Sementara, televisi pemerintah Iran mengatakan serangan terhadap kota Israel sebagai balasan atas serangan terhadap situs nuklir. Organisasi energi atom Iran sebelumnya mengatakan pada hari itu bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran dan tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan.
Petugas pemadam kebakaran Israel melaporkan serangan langsung di sebuah kota di Israel selatan itu menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan.
"Menindaklanjuti laporan serangan di kota Arad, ini adalah serangan di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal," kata dinas tersebut dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa itu adalah serangan langsung.
"Kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut," ujarnya.
Media Israel menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak parah di kota tersebut, sekitar 25 kilometer (15 mil) timur laut Dimona, sebuah kota yang diserang beberapa jam sebelumnya dan memiliki fasilitas nuklir.
Petugas medis Israel mengatakan sekitar 30 orang terluka di kota Arad, Israel selatan, setelah polisi melaporkan adanya puing-puing yang berjatuhan menyusul peringatan akan serangan dari Iran.
Saksikan Live DetikSore :
(dek/dek)





