Keterbatasan kondisi tidak menyurutkan semangat ratusan warga di Aceh merayakan Hari Raya Idulfitri. Sebanyak 436 warga Desa Serempah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di bawah naungan tenda darurat yang didirikan di halaman Pasar Ketol.
Meski harus merayakan hari kemenangan di tengah keterbatasan, suasana khidmat dan kebahagiaan tetap menyelimuti para pengungsi. Warga yang kini menetap di hunian sementara tersebut tampak bersyukur dapat menyambut 1 Syawal bersama-sama, meskipun rumah mereka telah rusak akibat bencana alam.
Baca juga: Pantau Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Pastikan Pemulihan Pascabencana 100%
Bagi warga Desa Serempah, momen Idulfitri kali ini menjadi sarana refleksi diri. Di tengah kondisi yang serba terbatas, mereka memanfaatkan hari suci ini untuk saling bersilaturahmi, memaafkan, dan memperkuat ikatan persaudaraan sesama penghuni pengungsian.
"Makna 1 Syawal atau Lebaran pada hari ini yaitu kami sangat merasa gembira telah melewati bulan Ramadan. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepada kami dan menghapuskan dosa kami masyarakat Desa Serempah." kata Petue Desa Serempah, Tgk Arman, di Aceh Tengah, Sabtu, 21 Maret 2026.
Tercatat, ini merupakan kali kedua warga Serempah harus menghadapi ujian bencana alam. Oleh karena itu, pelaksanaan salat Idulfitri di bawah tenda darurat ini tetap dipandang sebagai rasa syukur atas limpahan rahmat dan nikmat kehidupan yang masih diberikan oleh Yang Maha Kuasa.




