Hasto Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo-Megawati: Bahas Persoalan Bangsa

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan suasana pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu berlangsung sangat cair.

Megawati menganggap pertemuannya dengan Prabowo sebagai ajang silaturahmi dua orang sahabat yang sudah lama saling kenal.

Baca Juga :
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
Momen Hangat Prabowo dan Didit Sapa Ribuan Warga saat Halal Bihalal di Istana

"Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu. Bahkan pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan 'teman lama'," kata Hasto kepada wartawan, Sabtu, 21 Maret 2026.

Dalam pertemuan itu, Hasto mengatakan Megawati dan Prabowo berdiskusi cukup mendalam.

Keduanya tidak hanya bernostalgia, namun juga membahas berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi bangsa dan negara saat ini.

"Pertemuannya berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara," tuturnya.

Bagi PDIP, pertemuan tersebut merupakan manifestasi dari jati diri bangsa yang mengedepankan dialog dan musyawarah.

Hasto juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan silaturahmi Megawati dengan para mantan presiden lainnya pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menegaskan bahwa esensi Lebaran bagi Megawati adalah semangat persaudaraan yang bersifat universal.

Hasto pun mengingatkan bahwa tradisi halalbihalal yang kini menjadi budaya nasional merupakan warisan ideologis dari Presiden ke-1 RI Bung Karno.

Secara historis, istilah halalbihalal dicetuskan pada 1948 oleh Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah atas saran Bung Karno untuk mencairkan ketegangan politik nasional kala itu melalui momentum Idul Fitri.

"Dalam Idul Fitri ini kan semua mengedepankan semangat persaudaraan. Itu yang dikedepankan, semangat maaf-memaafkan," kata Hasto.

Menurutnya, tradisi ini adalah kekuatan asli kebudayaan Indonesia yang harus terus dijaga oleh para elite politik.

"Dan itu kan dirintis oleh Bung Karno melalui halalbihalal, yang merupakan tradisi merayakan Idul Fitri yang sangat khas Indonesia dan betul-betul berkebudayaan Indonesia," tuturnya. (Ant)

Baca Juga :
Mensesneg Beberkan Isi Pertemuan 2 Jam Prabowo-Megawati, Apa Saja?
Prabowo Bakal Terima Kedatangan Jokowi dan SBY di Istana Sore Ini
Usai Salat Id, Prabowo Bagi-bagi Sembako ke Penyintas Bencana di Aceh Tamiang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Nasaruddin Umar Berharap Masyarakat Rayakan Idulfitri dengan Penuh Kekhusyukan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK: Yaqut Cholil Qoumas Tak Permanen Jadi Tahanan Rumah
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Ivan Gunawan Perdana Salat Ied di Masjid yang Dibangun Sendiri
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Seskab Teddy Ajak Warga Hadir Open House di Istana Hari Ini, Pukul 13.00-18.00 WIB
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
803 Narapidana Rutan Salemba Terima Remisi Khusus Hari Raya Idulfitri 2026
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.