155 Ribu Narapidana Dapat Remisi Idul Fitri 2026

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan remisi Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada 155.908 narapidana atau warga binaan se-Indonesia.

Pemberian remisi dilakukan secara simbolis oleh Dirjenpas Mashudi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Gunung Sindur, Bogor, Sabtu.

Baca Juga :
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang
WFH Bakal Berlaku Usai Lebaran, Pemerintah Bidik Penghematan BBM hingga 20 Persen

Mashudi menyebut pemberian remisi khusus (RK) dan pengurangan masa pidana (PMP) kepada warga binaan menjadi komitmen negara dalam memberikan hak warga negara setelah berhasil menjalani pembinaan dengan baik.

"RK dan PMP Khusus Idul Fitri diberikan sebagai bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif dan mengikuti program pembinaan dengan baik," kata Mashudi dalam keterangannya, Sabtu, 21 Maret 2026.

Sebanyak 155.908 penerima remisi khusus tersebut terdiri atas 154.785 narapidana dan 1.123 anak binaan.

Dari total narapidana penerima RK Idul Fitri sebanyak 153.642 orang memperoleh RK I atau pengurangan sebagian masa pidana, sedangkan 1.143 orang memperoleh RK II atau langsung bebas.

Sementara itu, 1.104 anak binaan memperoleh PMP Khusus I dan 19 orang memperoleh PMP Khusus II atau langsung bebas.

Adapun penerima RK dan PMP Khusus Idul Fitri terbanyak tahun ini berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Jawa Barat sebanyak 18.335 orang, Kanwil Ditjenpas Sumatra Utara sebanyak 15.621 orang, dan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur sebanyak 14.244 orang.

Dalam kegiatan tersebut, Mashudi menyampaikan sambutan tertulis Menteri Imipas Agus Andrianto yang pemberian remisi sebagai bentuk penghargaan negara kepada warga binaan.

"Kami berharap momentum ini makin memotivasi mereka untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, kebijakan remisi memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran negara.

"Kebijakan ini juga berdampak pada efisiensi anggaran negara dalam pemenuhan kebutuhan makan warga binaan dengan potensi penghematan yang mencapai Rp109.261.845.000,” ungkapnya.

Pemberian RK dan PMP Khusus, kata dia, diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berperilaku baik, aktif mengikuti pembinaan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih produktif dan bertanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut juga Mashudi menyerahkan premi kepada warga binaan yang bekerja serta bantuan sosial bagi masyarakat dan keluarga warga binaan.

Baca Juga :
Waspada! Ini 8 Penyakit yang Sering Mengintai saat Lebaran
Hukum Ziarah Kubur saat Lebaran Dalam Islam, Apa Kata Ulama?
Gaya Lucinta Luna Pakai Sarung dan Peci saat Salat Idul Fitri Jadi Sorotan, Netizen: Semoga Istiqomah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Ganjil Genap di Jakarta Diberlakukan Lagi usai Lebaran 2026? Simak Info dari Dishub
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kata Jordi Amat soal “Gerbong Persija” Tembus Skuad Final Timnas Indonesia
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Krisis Dunia Berdampak pada Gizi Anak
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Bak Iran! Negara Komunis Ini Tak Gentar Ditekan-Jadi Target Baru Trump
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.