Kadin: WFH Tak Bisa Diterapkan di Semua Sektor

wartaekonomi.co.id
20 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan bahwa rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tidak dapat diterapkan secara merata di seluruh sektor ekonomi.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut perlu dikaji lebih jauh agar tidak mengganggu produktivitas industri. Pasalnya, fleksibilitas penerapan WFH lebih memungkinkan di sektor jasa, sementara sektor manufaktur membutuhkan pertimbangan khusus karena karakteristik operasionalnya yang berbeda.

“Tentu kita mesti kaji, karena beberapa sektor seperti disampaikan tadi ada yang tentu masuk akal terutama di service industry. Tapi di bidang manufaktur tentunya itu mesti dikaji. Karena kita juga ingin meningkatkan produktivitas dan itu butuh untuk kompetisi, di ASEAN ini juga banyak kompetisi kan,” ujarnya dalam acara Open House Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Widya Candra III, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, sektor manufaktur memiliki ketergantungan tinggi pada kehadiran fisik tenaga kerja dan kesinambungan proses produksi. Maka dari itu, penerapan WFH secara umum dinilai berpotensi mengganggu kinerja operasional jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan.

Tujuan kebijakan efisiensi, kata Anindya, harus tetap sejalan dengan upaya menjaga produktivitas nasional.

“Tapi yang penting fokusnya ialah bagaimana melakukan efisiensi tanpa menghilangkan produktivitas. Memang biasanya itu menggunakan teknologi,” jelasnya.

Baca Juga: Waspada Krisis Global, Kadin Dorong Kemandirian dan Efisiensi Energi Dunia Usaha

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kebijakan fleksibilitas kerja WFH sebagai langkah efisiensi BBM.

“Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Salah satunya dengan membuka fleksibilitas WFH satu hari dalam lima hari kerja,” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS-Israel Wajib Waspada! Militer Iran Kenalkan Taktik Serangan Baru: Medan Perang Makin Sempit
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Penyintas di Danau Singkarak mulai menjala ikan di tengah pemulihan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Begini Skema Korlantas untuk Lancarkan Arus Balik Lebaran 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
IAEA ajak semua pihak menahan diri usai serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Chelsea Dipermalukan Everton 0-3, Posisi Empat Besar Kian Menjauh
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.